Kupang, nwartapedia.com – Sebanyak 1.000 anak di Kota Kupang menerima layanan pemeriksaan dan pengobatan gratis yang digelar Perhimpunan Perempuan Indonesia Tionghoa (PINTI) Pusat bersama PINTI NTT, berkolaborasi dengan Perhimpunan Indonesia Tionghoa (INTI) NTT serta Pemerintah Kota Kupang, Minggu (7/9/2025) di Balai Kota Kupang.
Bakti sosial bertema “Anak Hebat, Indonesia Kuat Menuju Indonesia Emas 2045” ini didukung Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA). Selain pemeriksaan kesehatan, anak-anak juga menerima vitamin, bingkisan, serta makan siang bergizi.
Merayakan Hari Anak Nasional
Ketua Umum PINTI Pusat, dr. Metta Agustina, menyampaikan kebahagiaan bisa memperingati Hari Anak Nasional ke-41 di Kupang.
“Masa tumbuh kembang anak adalah masa emas yang menentukan masa depan mereka. Karena itu, perhatian terhadap gizi, kesehatan, dan pendidikan sangat penting,” tegasnya.
Apresiasi dari Pemerintah
Deputi Pemenuhan Hak Anak Kementerian PPPA, Dr. Ir. Pribudiarta Nur Sitepu, M.M, menilai kegiatan ini memberikan dampak nyata.
“Ini contoh kolaborasi semua pihak dalam perlindungan anak. Kementerian PPPA sendiri tengah mendorong gerakan Ruang Bersama Indonesia untuk mewujudkan Indonesia Emas 2045,” ungkapnya.
Ia juga menyoroti capaian NTT yang berhasil mencatat Indeks Pembangunan Manusia (IPM) 2024 sebesar 83,21, melampaui rata-rata nasional 75,2.
“NTT membuktikan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” tambahnya.
Harapan untuk Anak-Anak Kupang
Plt Sekda Kota Kupang, Ignasius Repelita Lega, yang hadir mewakili Wali Kota Christian Widodo, menegaskan bahwa kegiatan ini lebih dari sekadar bantuan.
“Ini adalah pesan cinta kasih dan tanggung jawab bersama. Anak-anak adalah bintang masa depan, mereka harus sehat, kuat, dan bergizi agar siap melanjutkan estafet pembangunan,” ujarnya.
Dukungan Organisasi
Ketua Umum INTI Pusat, Tedy Sugianto, menyampaikan selamat atas suksesnya kegiatan ini.
Ia mengajak semua pihak memperkuat komitmen dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia, khususnya anak-anak Indonesia.
Ketua PINTI NTT, Theresia Avila, menambahkan bahwa kegiatan ini menyasar anak-anak berkebutuhan khusus, penderita stunting, dan dari keluarga kurang mampu.
“Kami tidak menyangka peserta hadir begitu banyak. Terima kasih atas dukungan semua pihak,” katanya.
Ketua Panitia, Kris Lianto, berharap kegiatan serupa dapat terus berlanjut di NTT.
Sementara Ketua INTI NTT, Ir. Theo Widodo, mengungkapkan bahwa acara ini menghadirkan 60 tenaga medis dan dokter untuk memberikan pelayanan kesehatan gratis. (MI)

