Kupang, nwartapedia.com – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) mematangkan rencana venue dan cabang olahraga (cabor) yang akan dipertandingkan dalam Pekan Olahraga Nasional (PON) XXII/2028 Nusa Tenggara. Sebagai salah satu tuan rumah bersama dengan Nusa Tenggara Barat dan dukungan DKI Jakarta, NTT dijadwalkan menggelar 22 cabang olahraga, termasuk sejumlah cabor bersama.
Penetapan tersebut merupakan hasil Rapat Koordinasi Persiapan PON XXII/2028 yang digelar di kantor Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat pada 27 Februari 2026.
Kesepakatan ini menjadi dasar perencanaan teknis pembangunan dan rehabilitasi venue di wilayah NTT.
Fokus Cabor dan Klasifikasi
Sejumlah cabang olahraga yang direncanakan dipertandingkan di NTT mencakup berbagai kategori, antara lain
Cabang Olympic Sports:
Bola tangan, bola voli indoor, layar, modern pentathlon, selancar ombak, tenis meja, kriket, bulutangkis, sepak bola, taekwondo, dan tinju.
Cabang DBON (Desain Besar Olahraga Nasional):
Pencak silat dan wushu.
Cabang SEA Games:
Kick boxing, sepak takraw, dan catur.
Cabang Privilege:
Shorinji kempo, gate ball, berkuda pacuan non pelana, dan barongsai.
Cabang World Games:
Aerosport (paramotor dan gantole) serta angkat berat.
Selain itu, terdapat cabang olahraga bersama yang akan digelar lintas provinsi, yakni berkuda, bola voli, sepak bola, dan aerosport.
Strategi Penguatan Infrastruktur
Dengan ditetapkannya 22 cabang olahraga tersebut, Pemerintah Provinsi NTT bersama KONI NTT akan melakukan pemetaan kebutuhan infrastruktur, peningkatan fasilitas olahraga, serta penyesuaian standar venue sesuai regulasi nasional.
Langkah ini tidak hanya diarahkan untuk memenuhi kesiapan teknis penyelenggaraan PON, tetapi juga sebagai bagian dari legacy pembangunan olahraga jangka panjang di NTT.
Pemerintah daerah menargetkan agar venue yang dibangun atau direvitalisasi nantinya dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan untuk pembinaan atlet, kompetisi regional, hingga pengembangan sport tourism.
PON XXII/2028 Nusa Tenggara diharapkan menjadi momentum strategis bagi NTT untuk menunjukkan kapasitasnya sebagai tuan rumah ajang olahraga nasional sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah melalui sektor konstruksi, pariwisata, dan UMKM. (MI)
