Kupang, nwartapedia.com – Pemuda Tani Indonesia (PTI) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) kembali membuka peluang bagi generasi muda untuk meningkatkan kapasitas di sektor pertanian melalui Program Pelatihan Tatap Muka Angkatan IV yang akan dilaksanakan di Training Center Yayasan Pelita Indonesia Timur (PIT), Sumberjati, Jatirejo, Mojokerto, Jawa Timur, mulai 27 Juni hingga 28 November 2026.
Program yang bekerja sama dengan Yayasan Pelita Indonesia Timur tersebut merupakan kelanjutan dari pelatihan yang telah berjalan selama beberapa tahun terakhir.
Setelah Angkatan III berhasil menyelesaikan programnya, PTI NTT kembali membuka kesempatan bagi pemuda-pemudi NTT untuk mengikuti pelatihan intensif selama hampir lima bulan.
Selama mengikuti pelatihan, peserta akan mendapatkan pembelajaran mengenai teknologi pertanian modern, sistem pertanian berkelanjutan, pengelolaan lahan, pembuatan pupuk organik, hingga pengembangan pertanian multikultur.
Seluruh materi dirancang untuk memberikan keterampilan praktis yang dapat diterapkan di daerah asal masing-masing.
Ketua Pemuda Tani Indonesia Provinsi NTT, Bobby Lianto, mengatakan program tersebut merupakan bentuk komitmen organisasi dalam menyiapkan sumber daya manusia pertanian yang berkualitas dan mampu menghadapi perkembangan teknologi di sektor pertanian.
Menurutnya, para peserta diharapkan dapat memperoleh pengalaman belajar langsung di pusat pelatihan pertanian modern, kemudian kembali ke NTT untuk mengembangkan potensi pertanian daerah serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Ia menjelaskan bahwa seluruh proses pelatihan diberikan secara gratis. Peserta akan memperoleh fasilitas tempat tinggal, konsumsi, materi pelatihan, hingga pendampingan selama mengikuti pendidikan di Mojokerto.
Selain itu, peserta yang berhasil menyelesaikan program akan memperoleh sertifikat sebagai bukti kompetensi dan partisipasi dari Pemuda Tani Indonesia NTT melalui kerja sama dengan Yayasan Pelita Indonesia Timur serta dukungan KADIN NTT.
“Peserta hanya perlu menyiapkan biaya transportasi dari daerah asal menuju Mojokerto. Selama pelatihan seluruh kebutuhan sudah disiapkan sehingga peserta dapat fokus mengikuti proses pembelajaran,” jelas Bobby Lianto.
Program ini diharapkan mampu melahirkan generasi muda NTT yang memiliki keterampilan, wawasan, inovasi, dan jiwa kewirausahaan di bidang pertanian sehingga dapat berkontribusi terhadap peningkatan produktivitas pertanian daerah.
Pendaftaran peserta masih dibuka hingga 13 Juni 2026, dilanjutkan dengan seleksi wawancara secara daring pada 16 dan 18 Juni 2026, pengumuman peserta yang lolos pada 20 Juni 2026, dan pembukaan pelatihan pada 27 Juni 2026.
Pemuda Tani Indonesia NTT mengajak seluruh generasi muda yang memiliki minat di bidang pertanian untuk memanfaatkan kesempatan tersebut karena seluruh program diberikan secara gratis dan bersertifikat.
Bagi masyarakat yang berminat mengikuti program ini dapat menghubungi pengurus Pemuda Tani Indonesia di masing-masing kabupaten dan kota se-Provinsi Nusa Tenggara Timur untuk mendapatkan informasi pendaftaran lebih lanjut. *
