Kupang, nwartapedia.com – Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur, Johni Asadoma, menegaskan bahwa supremasi hukum harus tetap menjadi fondasi utama dalam kehidupan berbangsa dan bernegara di tengah dinamika politik dan perkembangan teknologi informasi.
Pernyataan tersebut disampaikan saat menjadi keynote speaker pada Seminar Nasional dan Temu Alumni Dies Natalis ke-40 Fakultas Hukum Universitas Katolik Widya Mandira (UNWIRA), Jumat (5/6).
Menurut Johni, Indonesia sebagai negara hukum harus menempatkan hukum di atas segala bentuk kekuasaan.
Ia mengingatkan bahwa lemahnya supremasi hukum dapat membuka ruang penyalahgunaan kekuasaan dan mengancam keadilan bagi masyarakat.
Ia juga menekankan pentingnya birokrasi yang berintegritas, pendidikan hukum, serta peran perguruan tinggi, media, dan masyarakat sipil dalam mengawal demokrasi dan penegakan hukum di Indonesia.
Seminar bertema “Menjaga Supremasi Hukum di Tengah Dinamika Politik Kekuasaan” tersebut menjadi momentum memperkuat komitmen bersama dalam menjaga keadilan, demokrasi, dan kepastian hukum demi pembangunan yang berkelanjutan. *
