Kupang,nwartapedia.com – Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), drg. Iien Adriany, M.Kes, secara resmi membuka kegiatan edukasi kesehatan yang mengangkat isu krusial seputar gizi buruk, stunting, dan penyakit menular, yang diselenggarakan bekerja sama dengan organisasi keagamaan Nahdlatul Ulama (NU) yang berlangsung di Aula El Tari kantor Gubernur NTT, pada Kamis (16/05/2025).
Dalam sambutannya, drg. Iien menyampaikan rasa syukurnya atas keterlibatan berbagai lembaga keagamaan dalam kegiatan edukatif ini.
“Kami bersyukur bisa hadir dalam kesempatan ini bersama seluruh lembaga keagamaan dalam upaya edukasi masalah kesehatan. Ini adalah pertemuan ke-12 yang telah kami lakukan,” ujarnya.
Ia menekankan bahwa stunting bukan hanya persoalan kesehatan, tetapi merupakan “bencana kemanusiaan” yang membutuhkan perhatian dan keterlibatan seluruh pihak.
“Stunting adalah bencana nadi, dan ini harus menjadi perhatian kita bersama. Oleh karena itu, kami telah menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan 40 lembaga untuk bekerja sama dalam mengatasi masalah kesehatan, terutama stunting,” tambahnya.
drg. Iien juga mengajak kaum Muslimah NU dan GP Ansor untuk tidak hanya berhenti pada tahap sosialisasi, tetapi turut aktif mengambil peran nyata dalam penanganan stunting di masyarakat.
“Kita sering melakukan pertemuan berulang tanpa ada tindak lanjut. Maka saya meminta agar Ketua NU segera menyusun langkah konkret pasca kegiatan ini,” tegasnya.
Menutup sambutannya, Kepala Dinas mengajak seluruh peserta dan lembaga keagamaan untuk terus bergandengan tangan dalam upaya menyelesaikan persoalan kesehatan di NTT.
“Saya memberikan apresiasi kepada seluruh peserta yang hadir dan menunjukkan komitmen tinggi untuk menyelesaikan masalah ini. Gizi buruk, stunting, dan penyakit menular adalah masalah besar yang hanya bisa kita atasi jika semua pihak bergerak bersama,”pungkasnya.
Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen berkelanjutan Pemerintah Provinsi NTT bersama masyarakat sipil dalam membangun kesadaran kolektif dan memperkuat aksi nyata di tingkat akar rumput dalam memerangi stunting dan penyakit menular
Kegiatan ini menghadirkan dua narasumber utama, yaitu Ir. Erlina R. Salmun, M.Kes, selaku Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P), yang membawakan materi pertama. Sesi kedua disampaikan oleh dr. Winda Yanuarni Meye, Sp.A., M.Sc, seorang dokter spesialis anak yang membahas lebih dalam mengenai dampak gizi buruk dan stunting pada anak-anak. (MI)



