
Jakarta,nwartapedia.com – Wakil Wali Kota Kupang, Serena Cosgrova Francis, menghadiri kegiatan Konferensi Pendidikan Indonesia (KPI) yang digelar di Jakarta, Rabu (14/5/2025).
Acara ini merupakan hasil kolaborasi antara Kementerian Pendidikan dan sejumlah lembaga pendidikan serta pemerintah daerah.
Serena Francis dijadwalkan menjadi salah satu pembicara pada sesi kelima yang mengangkat tema “Berpihak Pada Anak”.
Sesi ini menjadi bagian dari rangkaian dialog yang bertujuan menggali praktik terbaik serta gagasan untuk memperkuat sistem pendidikan yang inklusif dan berpihak pada kepentingan anak.
Linda Effaria, staf Analisis Kebijakan Pusat Standar dan Kebijakan Pendidikan (PSKP) Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen RI), saat dihubungi dari Kupang, menjelaskan bahwa kehadiran Wakil Wali Kota Kupang merupakan bentuk komitmen daerah dalam mendukung transformasi pendidikan.
“KPI merupakan platform yang digagas oleh Lingkar Daerah Belajar (LDB) untuk mendorong kolaborasi dan menghubungkan ekosistem pendidikan antar daerah serta antara daerah dengan pusat,” jelas Linda.
“Tujuannya adalah berbagi ide, memetik pelajaran dari praktik, serta merancang dan menyelaraskan langkah untuk memperluas dampak lintas daerah.”tambahnya.
Lebih lanjut, Linda mengungkapkan bahwa setelah rangkaian kegiatan KPI berakhir, para partisipan akan difasilitasi untuk membentuk atau memperkuat Sekretariat LDB di wilayah masing-masing.
Upaya ini diharapkan mampu menjaga kesinambungan kolaborasi antar pemangku kepentingan pendidikan di tingkat lokal.
“Ini penting agar perubahan pendidikan tidak berhenti di acara konferensi saja, tetapi terus berkembang dan mengakar di wilayah masing-masing di Indonesia,” tambahnya.
Menurut Linda, Lingkar Daerah Belajar hadir dengan keyakinan bahwa pemerataan kualitas pendidikan adalah jalan menuju masyarakat yang lebih adil dan sejahtera.
Pendidikan, katanya, tidak hanya berbicara tentang capaian di ruang kelas, tetapi juga tentang pembangunan kapasitas kolektif yang berdampak pada berbagai sektor kehidupan, seperti ekonomi, kesehatan, sosial, dan lingkungan.
Konferensi Pendidikan Indonesia 2025 mengusung tema “Berdaya Bersama untuk Keberlanjutan Pendidikan yang Berpihak kepada Anak”, sebagai wujud nyata upaya bersama untuk mewujudkan sistem pendidikan yang lebih adil dan merata di seluruh penjuru Indonesia.
(goe)
