Kupang, nwartapedia.com — Yayasan Jantung Indonesia (YJI) Cabang Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) kembali menggelar kegiatan Senam Jantung Sehat yang dirangkaikan dengan aksi sosial berupa penyaluran bantuan YJI Pusat kepada keluarga pasien anak dengan kelainan jantung, Keynandra Yanselino Porwata .
Kegiatan ini berlangsung di halaman BPR Christa Jaya, Sabtu (4/4/2026).
Ketua YJI Cabang NTT, Ir. Theodorus Widodo, menegaskan bahwa senam jantung sehat merupakan program berbasis ilmiah yang dirancang oleh para ahli kardiologi dan telah diterapkan secara konsisten dalam upaya promotif dan preventif kesehatan masyarakat.
“Gerakan dalam senam ini bukan sekadar gerakan fisik senam biasa, tetapi gerakan fisik yang telah melalui kajian medis dan praktik jangka panjang sehingga memberikan manfaat optimal bagi kesehatan jantung,” Ujar Theo Widodo.
Ia menambahkan, kegiatan senam dilaksanakan secara rutin setiap Sabtu pertama dan ketiga, serta selalu disertai dengan edukasi kesehatan guna meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap penyakit kardiovaskular atau jantung dan pembuluh darah.
Dalam kesempatan tersebut, YJI NTT juga menyalurkan bantuan YJI Pusat kepada keluarga bayi Kinandra Yanselino yang telah menjalani tindakan operasi medis di Rumah Sakit Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita Jakarta yang difasilitasi Yayasan Jantung Indonesia.
Bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian sekaligus dukungan berkelanjutan bagi pasien dan keluarga.
Theo Widodo turut menyampaikan apresiasi kepada para dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah (Kardiologi) Kota Kupang juga pengurus YJI NTT yang telah berperan aktif dalam penanganan pasien jantung di NTT, termasuk memfasilitasi rujukan dan pendampingan medis bagi pasien anak.
Pada sesi edukasi, dr. Lowry Yunita Sp.JP menjelaskan bahwa penyakit jantung pada anak terbagi menjadi dua kategori utama, yakni penyakit jantung bawaan dan penyakit jantung yang didapat.
Ia menekankan pentingnya deteksi dini melalui pengenalan gejala awal.
“Beberapa tanda yang perlu diwaspadai antara lain perubahan warna kulit menjadi kebiruan, infeksi saluran pernapasan yang berulang, serta gangguan pertumbuhan seperti berat badan yang tidak meningkat,” ungkapnya.
Ia juga mengajak para orang tua untuk tidak ragu memanfaatkan fasilitas kesehatan jantung yang tersedia di Kota Kupang mengingat akses layanan spesialis jantung kini semakin luas.
Sementara itu, ibu dari Kinandra Yanselino, Dewi Karibera, menyampaikan rasa syukur dan terimakasih atas perhatian dan bantuan yang diberikan.
Ia mengisahkan perjalanan panjang penanganan medis anaknya sejak lahir hingga menjalani tindakan di Jakarta.
“Dengan dukungan Yayasan Jantung Indonesia, para dokter dan berbagai pihak, anak kami yang waktu itu baru berusia 28 hari bisa mendapatkan penanganan yang diperlukan. Saat ini anak kami sudah berusia 6 bulan dan kondisinya semakin membaik dan masih dalam tahap pemantauan lanjutan oleh dr Lowry,” tuturnya.
Kegiatan ini mencerminkan komitmen YJI dalam mengintegrasikan upaya promotif, preventif, dan sosial kemanusiaan, sekaligus memperkuat kesadaran kolektif masyarakat akan pentingnya menjaga kesehatan jantung sejak usia dini. (MI)

