Kupang, nwartapedia.com – Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) kini resmi memiliki program layanan bayi tabung setelah diluncurkannya Grand Launching layanan fertilitas modern di Hotel Harper Kupang, Sabtu (25/4/2026).
Kehadiran program ini menjadi kabar gembira bagi masyarakat, khususnya pasangan suami istri yang selama ini mendambakan kehadiran buah hati.
Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena dalam sambutannya yang dibacakan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTT, Henderina Laiskodat, menyampaikan apresiasi tinggi atas hadirnya layanan bayi tabung pertama di NTT melalui kerja sama Arra Fertility Clinic dan Morula IVF Indonesia.
“Atas nama Pemerintah Provinsi dan masyarakat Nusa Tenggara Timur, kami menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya atas hadirnya program bayi tabung ini. Ini adalah langkah maju dalam dunia kesehatan NTT,” demikian sambutan Gubernur.
Menurutnya, selama ini banyak warga NTT yang harus pergi ke Surabaya, Bali, maupun Jakarta untuk mengikuti program bayi tabung. Selain memerlukan biaya besar, proses tersebut juga menguras waktu, tenaga, dan kondisi psikologis pasien.
Dengan hadirnya layanan ini di Kupang, masyarakat kini memiliki akses kesehatan reproduksi yang lebih dekat, mudah, dan terjangkau. Bahkan, biaya yang sebelumnya sangat besar dapat ditekan hingga 30 sampai 40 persen.
Gubernur menilai kehadiran program bayi tabung bukan sekadar pelayanan medis, tetapi menjadi simbol harapan baru bagi keluarga di NTT.
“Banyak pasangan telah menanti bertahun-tahun untuk mendapatkan keturunan. Kehadiran layanan ini menjawab kerinduan dan perjuangan mereka,” lanjut sambutan tersebut.
Selain memberi manfaat medis, program ini juga diyakini memberi dampak psikologis positif. Pasien dapat menjalani proses kehamilan tetap dekat dengan keluarga dan lingkungan terdekat, sehingga mengurangi stres dan meningkatkan peluang keberhasilan.
Sementara itu, Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Wilayah NTT, dr. Stefanus Dhe Soka,Sp.B, M.KM menyebut kehadiran program bayi tabung di NTT sebagai lompatan besar pelayanan kesehatan daerah.
“Ini sesuatu yang luar biasa. Kami bangga karena NTT kini memiliki pelayanan kesehatan reproduksi yang maju dan modern,” ujarnya.
Ia berharap layanan tersebut terus berkembang dan memberi manfaat luas bagi masyarakat dengan tetap menjunjung tinggi etika kedokteran dan nilai kemanusiaan.
Di kesempatan yang sama, dr. Andree Hartanto, Sp.OG, FEIICOG, FICS dari Arra Fertility Clinic dalam materinya menjelaskan bahwa banyak pasangan di NTT membutuhkan penanganan fertilitas lanjutan, bukan sekadar pengobatan biasa.
Selama tujuh tahun praktik di Kupang, ia menemukan banyak kasus gangguan kesuburan yang membutuhkan teknologi reproduksi berbantu, seperti bayi tabung.
“Tujuan kami bukan hanya menjalankan program, tetapi membantu pasangan mendapatkan hasil nyata, yaitu kehadiran buah hati,” jelasnya.
Menurut dr. Andree, hadirnya program bayi tabung di Kupang merupakan buah dari kerja sama besar antara Arra Fertility Clinic dan Morula IVF Indonesia.
Setiap tahunnya, Morula IVF Indonesia melalui Morula IVF Surabaya dipercaya menangani banyak pasien dari wilayah Indonesia Timur.
Morula IVF Indonesia melihat kebutuhan tersebut bukan sekadar layanan medis, tetapi juga panggilan untuk mendekatkan harapan bagi pasangan yang merindukan buah hati.
Karena itu, Morula hadir di Kupang bersama Arra Fertility Clinic untuk membangun layanan yang lebih mudah dijangkau masyarakat.
“Kolaborasi ini dibangun bukan hanya untuk menghadirkan teknologi reproduksi modern, tetapi juga membawa harapan lebih dekat ke tempat pasangan memulainya, yaitu rumah mereka sendiri,” ujar dr. Andree.
Ia menambahkan, tujuan utama program ini bukan hanya menjalankan prosedur medis, tetapi membantu pasangan memperoleh hasil nyata berupa kehadiran buah hati.
Dengan dimulainya layanan ini, NTT menorehkan sejarah baru dalam sektor kesehatan sekaligus membuka harapan baru bagi banyak keluarga. (MI)
