Kupang, nwartapedia.com – Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, resmi membuka Karnaval Budaya Kota Kupang yang digelar meriah di Bundaran Tirosa, Sabtu (25/4/2026) malam.
Kegiatan spektakuler tersebut menjadi salah satu rangkaian perayaan Hari Ulang Tahun ke-140 Kota Kupang dan HUT ke-30 Otonomi Daerah.
Di hadapan ribuan warga yang memadati lokasi acara, Christian Widodo menegaskan bahwa karnaval budaya bukan sekadar hiburan atau parade semata, melainkan momentum untuk merayakan identitas Kota Kupang sebagai kota yang menjunjung tinggi keberagaman dan persatuan.
“Malam ini kita tidak hanya merayakan sebuah parade, tetapi merayakan identitas kita bersama. Kita merayakan jiwa Kota Kupang, yaitu keberagaman dan kolaborasi yang harmonis,” ujar Christian Widodo dalam sambutannya.
Ia menekankan bahwa keberagaman yang dimiliki Kota Kupang justru menjadi kekuatan besar dalam membangun daerah, bukan sebagai penghalang maupun pemisah antarwarga.
“Keberagaman bukan jarak pemisah, tetapi jembatan yang menyatukan kita. Karena itu tema malam ini adalah Harmoni dalam Keberagaman,” katanya.
Menurut Christian, harmoni bukan berarti semua harus sama atau seragam, melainkan hidup berdampingan dalam keseimbangan dengan tetap menghargai keunikan masing-masing.
“Kita tidak bisa menyamakan semua orang, tetapi kita bisa hidup bersama dalam damai, saling menghormati, dan saling menguatkan,” lanjutnya.
Dalam sambutannya, Christian juga menyebut Kota Kupang sebagai miniatur Indonesia dan miniatur Nusa Tenggara Timur, karena dihuni oleh masyarakat dari berbagai suku, agama, dan etnis yang selama ini hidup rukun.
Ia mengungkapkan, Karnaval Budaya tahun ini merupakan yang pertama kali dilaksanakan sepanjang sejarah 140 tahun Kota Kupang.
Kegiatan tersebut lahir dari aspirasi berbagai komunitas budaya yang ingin menampilkan kekayaan tradisi mereka kepada masyarakat luas.
“Banyak komunitas yang ingin menampilkan pakaian adat, tarian, dan budaya mereka, tetapi belum memiliki panggung yang tepat. Maka malam ini kami hadirkan ruang itu,” jelasnya.
Christian berharap karnaval budaya ini dapat menjadi agenda tahunan kebanggaan Kota Kupang sekaligus warisan berharga bagi generasi mendatang.
“Saya bermimpi beberapa tahun ke depan acara ini menjadi event besar yang ditunggu-tunggu masyarakat. Bahkan wisatawan dari berbagai daerah datang ke Kupang untuk menyaksikannya,” ujarnya.
Selain menjadi ajang pelestarian budaya, Christian menilai kegiatan tersebut juga memberi dampak positif terhadap perekonomian masyarakat, terutama sektor UMKM dan industri kreatif.
“Hari ini penjual kain tenun, penyewa pakaian adat, make up artist, hingga pelaku UMKM ikut merasakan manfaatnya. Artinya budaya juga bisa menggerakkan ekonomi,” katanya.
Pada kesempatan itu, Christian turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh warga Kota Kupang atas dukungan dan kebersamaan dalam membangun kota.
“Kalau Kota Kupang hari ini bercahaya, itu bukan karena pemimpinnya, tetapi karena lilin-lilin kecil yang menyala di rumah warga, di RT, RW, kelurahan, kecamatan, dan komunitas-komunitas masyarakat,” tuturnya.
Menutup sambutannya, Wali Kota mengajak seluruh elemen masyarakat menjaga Kota Kupang sebagai warisan leluhur sekaligus titipan bagi generasi masa depan.
“Kita tidak hanya hidup di Kota Kupang, tetapi kita hidup untuk Kota Kupang,” pungkasnya. (MI)
