Kupang, nwartapedia.com – Perekonomian Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) menunjukkan tren positif pada triwulan II tahun 2025.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) NTT atas dasar harga berlaku tercatat mencapai Rp 37,40 triliun, sedangkan atas dasar harga konstan 2010 mencapai Rp 20,84 triliun.
Secara tahunan (year-on-year), ekonomi NTT tumbuh sebesar 5,44 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2024. Pertumbuhan tertinggi dicatat oleh lapangan usaha perdagangan besar dan eceran, serta reparasi mobil dan sepeda motor sebesar 12,90 persen.
Dari sisi pengeluaran, komponen ekspor barang dan jasa menjadi penyumbang pertumbuhan tertinggi dengan lonjakan sebesar 39,89 persen.
Pertumbuhan juga tercatat tinggi secara kuartalan (quarter-to-quarter), di mana pada triwulan II-2025, ekonomi NTT meningkat sebesar 7,54 persen dibandingkan triwulan sebelumnya.
Lapangan usaha penyediaan akomodasi dan makan minum mencatatkan pertumbuhan paling signifikan, mencapai 21,55 persen.
Sementara dari sisi pengeluaran, ekspor barang dan jasa kembali menjadi komponen utama dengan pertumbuhan sebesar 63,53 persen.
Untuk periode semester I tahun 2025 (cumulative-to-cumulative), ekonomi NTT tumbuh sebesar 5,10 persen. Lapangan usaha perdagangan besar dan eceran serta reparasi kendaraan bermotor kembali mencatat pertumbuhan tertinggi sebesar 12,42 persen, sedangkan komponen ekspor barang dan jasa tumbuh 23,27 persen dibandingkan semester I-2024.
Meski sektor perdagangan dan ekspor menjadi pendorong utama pertumbuhan, struktur ekonomi NTT masih didominasi oleh lapangan usaha pertanian, kehutanan, dan perikanan yang menyumbang 30,48 persen terhadap total PDRB triwulan II-2025.
Dari sisi pengeluaran, konsumsi rumah tangga tetap menjadi komponen dominan dengan kontribusi mencapai 64,87 persen.
Dengan pertumbuhan yang cukup kuat di berbagai sektor, pemerintah daerah diharapkan dapat terus mendorong investasi, mendukung sektor perdagangan dan ekspor, serta memperkuat peran konsumsi rumah tangga dan sektor pertanian sebagai tulang punggung perekonomian daerah. ***
