Ende, nwartapedia.com – Setelah terpisah selama kurang lebih 30 tahun, para alumni SMAN 1 Wolowaru akhirnya kembali terhubung dan berkumpul melalui sebuah grup WhatsApp yang menjadi jembatan silaturahmi lintas waktu.
Momen reuni ini menjadi peristiwa penuh haru dan nostalgia, di mana kenangan masa putih abu-abu kembali hidup di tengah percakapan hangat para alumni.
Grup WhatsApp tersebut menjadi wadah utama untuk menyatukan kembali teman-teman lama yang sempat terputus komunikasi selama puluhan tahun.
Inisiatif ini digagas oleh salah satu alumni, Hadija Remo, yang akrab disapa Isha.
Ia berperan sebagai admin grup yang berhasil mengumpulkan kembali rekan-rekannya dari berbagai daerah untuk saling terhubung dan merencanakan reuni.
Kepada media ini, Isha mengungkapkan bahwa terbentuknya grup tersebut berawal dari rasa rindu yang mendalam terhadap masa-masa SMA.
“Rasa kangen itu muncul begitu saja. Kenangan waktu SMA terasa begitu indah, dan rasanya ingin kembali ke masa itu. Dari situ saya mulai menghubungi teman-teman satu per satu,” ujarnya Senin (13/4/2016).
Menariknya, para alumni yang kini telah tersebar dan tinggal berjauhan di berbagai daerah menunjukkan antusiasme yang tinggi untuk bisa bertemu kembali.
Kerinduan yang selama ini terpendam akhirnya menemukan ruang untuk terwujud melalui rencana reuni yang tengah dipersiapkan.
Isha juga menambahkan bahwa hingga saat ini masih ada sejumlah teman yang belum bergabung dalam grup WhatsApp tersebut. Namun, pihaknya terus berupaya untuk mencari dan menghubungi mereka agar seluruh alumni dapat kembali terhubung.
“Masih ada teman-teman yang belum masuk grup, tapi kami akan terus mencari dan mengajak mereka agar semuanya bisa bergabung,” jelasnya.
Seiring berjalannya waktu, grup tersebut semakin aktif dengan berbagai interaksi yang membangkitkan kenangan lama.
Para anggota saling berbagi cerita kehidupan, kabar terbaru, hingga mengirimkan foto-foto lama sebagai bentuk nostalgia.
Foto-foto kenangan tersebut menjadi pemantik cerita yang mempererat kembali hubungan emosional antar alumni.
Tawa dan kisah masa lalu pun kembali mengalir, seolah menghapus jarak waktu yang telah memisahkan mereka selama puluhan tahun.
Tak hanya sekadar wacana, persiapan reuni pun mulai dimatangkan. Mulai dari penentuan konsep kostum yang akan dikenakan saat reuni, hingga rencana pembuatan lagu mars reuni sebagai simbol kebersamaan, semuanya telah mulai direncanakan oleh para alumni.
Rencana pertemuan ini diharapkan menjadi puncak dari kebersamaan yang kembali terjalin, sekaligus menjadi ajang untuk mempererat tali persaudaraan serta mengenang perjalanan hidup yang telah dilalui masing-masing.
Reuni 30 tahun ini bukan sekadar ajang temu kangen, tetapi juga menjadi bukti bahwa persahabatan sejati mampu bertahan melampaui waktu, jarak, dan kesibukan hidup. (MI)
