Kupang, nwartapedia.com – Dalam semangat memperingati Hari Ulang Tahun ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia, Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) Nusa Tenggara Timur bekerja sama dengan Polda NTT menggelar kegiatan bakti sosial dan donor darah berhadiah, Selasa (5/8/2025) di Atrium Lippo Plaza Kupang.
Kegiatan ini mendapat sambutan hangat dari Gubernur NTT yang hadir langsung dalam acara tersebut.
Dalam sambutannya, Gubernur NTT menyampaikan apresiasi tinggi atas inisiatif yang dinilai luar biasa dari PSMTI dan Polda NTT.
Ia menyebut kegiatan ini sebagai yang pertama kali dilakukan dengan skala sebesar ini, sekaligus menggugah kepedulian sosial masyarakat.
“Saya memberikan apresiasi dan terima kasih mewakili Pemerintah Provinsi NTT. Kegiatan ini adalah bukti nyata kolaborasi lintas etnis, agama, dan instansi. Darah adalah simbol kehidupan. Ia tidak mengenal perbedaan, karena bahkan darah dari bangsa berbeda pun bisa menyelamatkan satu sama lain,” ungkapnya.
Gubernur juga menyinggung target 400 kantong darah yang diharapkan bisa tercapai bahkan terlampaui.
Ia menambahkan apresiasinya kepada Dinas Kebersihan Kota Kupang atas kondisi kota yang semakin bersih, sembari mengajak semua pihak untuk terus membangun NTT bersama-sama.
Ia kembali menegaskan pentingnya gerakan “satu desa, satu produk” sebagai bagian dari strategi penguatan ekonomi lokal melalui program Gerakan Beli Produk Lokal NTT (Beli BTT).
Menurutnya, keberhasilan program-program pembangunan bergantung pada kolaborasi yang solid dari semua elemen masyarakat.
“Mari kita maknai peringatan HUT RI ini dengan semangat kepedulian sosial. Acara ini menjadi pengingat bahwa darah para pahlawan telah mengalir demi kemerdekaan. Kini giliran kita mengalirkan kebaikan kepada sesama,” tutup Gubernur.
Sementara itu, Ketua Umum PSMTI Pusat, Wilianto Tanta, menyebut acara ini sebagai salah satu momen bersejarah, tidak hanya karena jumlah partisipan, tetapi juga karena skema kegiatan sosial yang dilengkapi dengan hadiah menarik, termasuk voucher rumah, sepeda, handphone, dan berbagai doorprize lainnya.
“PSMTI selama 27 tahun telah berkomitmen dalam kegiatan sosial dan budaya. Kami berharap kegiatan ini menjadi contoh positif bagi provinsi lain. PSMTI adalah rumah besar bagi masyarakat Tionghoa, dan hari ini kami hadir untuk berbagi,” kata Wilianto.
Ketua Panitia, Bobby Lianto, dalam laporannya menjelaskan bahwa kegiatan ini menyasar sebanyak 370 penerima bantuan sosial, termasuk anak-anak dari beberapa panti asuhan seperti Generasi Penguyuban, Bakti Luhur Alma, dan Harki, serta para petugas kebersihan Kota Kupang yang disebut sebagai “pahlawan kebersihan.”
“Kami juga mencatat sudah 200 kantong darah terkumpul hari ini, dengan target 400 kantong. Kami menyebut para pendonor sebagai pahlawan darah dan jiwa. Selain donor darah dan bakti sosial, kami juga menghadirkan pameran motor gede (MOGE) dan melakukan penandatanganan kerja sama antara PSMTI dan Polda NTT untuk program pembangunan sosial ke depan,” ujarnya.
Bobby juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung, termasuk Perwanti NTT, Harley Davidson, dan semua relawan yang tidak bisa disebutkan satu per satu.
Kegiatan ini bukan hanya menjadi momen solidaritas, tetapi juga bukti nyata bahwa kolaborasi antar komunitas, lembaga pemerintah, dan swasta dapat menciptakan dampak besar bagi masyarakat luas, khususnya di NTT. (MI)
