
Bekasi,nwartapedia.com – Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait bersama Menteri Komunikasi dan Digital (Komdigi) Meutya Hafid secara simbolis menyerahkan kunci rumah subsidi kepada 100 wartawan dan pekerja media dalam program perumahan khusus di Perumahan Grand Harmoni, Cibitung, Kabupaten Bekasi.
Program ini merupakan bagian dari Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) yang menyasar wartawan sebagai kelompok penerima manfaat.
Selain di Cibitung, penyerahan juga diikuti secara daring oleh wartawan dari lima provinsi yaitu Sumatera Utara, Sumatera Selatan, DI Yogyakarta, Sulawesi Selatan, dan Sulawesi Utara.
Dalam sambutannya, Menteri PKP yang akrab disapa Ara menegaskan bahwa inisiatif ini bukan bentuk sogokan ataupun upaya membungkam pers.
“Ini bukan sogokan buat wartawan, bukan membungkam supaya diam. Justru ini agar wartawan makin semangat mengawal pemerintah dan demokrasi. Buatlah berita yang benar, bukan yang sekadar enak didengar. Negara hadir untuk memastikan wartawan juga berhak mendapat rumah subsidi,” tegas Ara.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Ketua Umum Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), Hendry Ch Bangun, yang dinilainya sangat berperan besar dalam merealisasikan program ini.
Sementara itu, Menteri Komdigi Meutya Hafid memuji inisiatif kolaboratif antara kementeriannya dan Kementerian PKP. Ia berharap program ini berjalan berkelanjutan.
“Terima kasih Pak Ara yang telah memberikan kesempatan kepada rekan-rekan wartawan untuk memiliki rumah subsidi. Ini bentuk sinergi antara Kementerian PKP dan Komdigi. Dari awalnya 1.000 unit, kini ditingkatkan menjadi 2.000 rumah sepanjang 2025,” ujar Meutya.
Acara penyerahan kunci rumah subsidi ini turut dihadiri oleh berbagai pejabat negara, termasuk Wakil Kepala BPS, pimpinan BP Tapera, Direksi BTN, anggota DPR RI dari Komisi I dan V, perwakilan Pemprov Jawa Barat, pimpinan Vista Land, serta sekitar 70 wartawan dari wilayah Jabodetabek dan Banten.
Ketua Umum PWI, Hendry Ch Bangun, mendorong para wartawan untuk memanfaatkan peluang ini dengan baik.
“Dengan alokasi 2.000 rumah subsidi bagi pekerja media tahun ini, wartawan memiliki kesempatan besar untuk memiliki hunian sendiri,” ujarnya.
Saat ini, PWI telah menghimpun data dari 127 wartawan di Banten, Jawa Barat, dan Jakarta yang menyatakan minat.
Ditargetkan, hingga akhir tahun, sebanyak 500 wartawan dari ketiga provinsi tersebut bisa ikut serta dalam program ini.
Selanjutnya, PWI akan memperluas jangkauan ke provinsi lain yang sudah menyatakan kesiapan, seperti Yogyakarta, Sumut, Sumsel, Sulsel, Sulut, dan Jawa Tengah.(MI)
