
Kupang,nwartapedia.com – Dari pelosok Lekeba’i, Kabupaten Sikka, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), lahir sebuah kisah inspiratif dari seorang perempuan muda bernama Agri Fina Servio Duasaru, atau yang akrab disapa Grace. Lahir pada 6 Mei 2004, putri pasangan Yohanes Adventinus Mitak dan almarhum Marta Zero ini telah membuktikan bahwa kerja keras dan kegigihan mampu mengatasi segala keterbatasan.
Ayah Grace, Yohanes Adventinus Mitak kepada media ini pada Minggu tanggal 22 Desember 2024 menuturkan keinginan Grace untuk menjadi Polwan sejak kecil telah berhaail diraihnya.
Yohanes menuturkan, Grace berhasil mewujudkan impiannya menjadi Polisi Wanita (Polwan) Republik Indonesia, sekaligus mengharumkan nama NTT dengan prestasi luar biasa di tingkat nasional.
“Sejak kecil, Grace sudah memimpikan menjadi seorang Polwan. Pendidikan dasarnya dimulai di SD Imprese Tanangalu, berlanjut ke SMP Pancasila Lekeba’i, hingga menamatkan SMA di Frater Maumere. Namun, meraih cita-citanya bukan perkara mudah,”ungkapnya.
Ia mengatakan, Setelah lulus SMA, Grace memutuskan untuk tidak melanjutkan kuliah demi fokus pada cita-citanya.
“Ia mencoba mengikuti tes masuk Polwan, namun gagal. Tidak menyerah, Grace juga mencoba seleksi di Angkatan Laut, tetapi lagi-lagi hasilnya belum memihak,”kata Yohanes.
Bagi Yohanes, kegagalan demi kegagalan itu justru menjadi batu loncatan bagi Grace untuk terus bangkit.
“Grace menguatkan diri dan menggali potensi lain melalui olahraga pencak silat Perisai Diri, sebuah langkah yang kelak menjadi pembuka jalan baginya,”ujar Yohanes.
Yohanes menuturkan, dengan memiliki bakat luar biasa di bidang pencak silat. Ia berhasil menyabet juara kedua pada kejuaraan tingkat provinsi di Larantuka.
“Dengan modal prestasi ini, ia memberanikan diri mendaftar jalur Bakomsus (keahlian khusus) Polri di saat-saat terakhir menjelang penutupan pendaftaran,”tuturnya.
Dengan bangga dan terhatu, Yohanes menyebut, usaha keras puttinya terbayar lunas. Grace sukses menorehkan sejarah dengan meraih peringkat pertama di Polda NTT untuk jalur Bakomsus, membuktikan dirinya layak bersaing di tingkat nasional.
“Setelah lolos seleksi Polda NTT, Grace mengikuti pendidikan intensif di Sepolwan, Jakarta Selatan. Selama lima bulan, ia menempa diri bersama ratusan peserta dari seluruh Indonesia. Semangatnya yang pantang menyerah membawa Grace masuk ke jajaran 100 siswa terbaik secara nasional, dengan menempati peringkat ke-78 dari 806 siswa,”sebut ayah yang seharian bekerja sebagai seorang petani.
Pada 18 Desember 2024, Grace resmi dilantik menjadi anggota Polwan Republik Indonesia.
Hari itu menjadi momen bersejarah, tidak hanya bagi dirinya dan keluarga, tetapi juga bagi masyarakat NTT yang bangga atas pencapaian anak daerah mereka.
Bripka Grace Duasaru kini menjadi simbol kebanggaan dan inspirasi.
“Saya bersyukur kepada Tuhan dan berterima kasih kepada keluarga serta semua pihak yang telah mendukung saya. Saya akan menjalankan tugas ini dengan sebaik-baiknya demi mengharumkan nama NTT,” ujar Grace dengan penuh semangat.
Kisah Grace adalah bukti bahwa mimpi besar dapat diraih melalui kerja keras, keteguhan, dan doa.
Sebagai Polwan muda, ia bertekad untuk memberikan yang terbaik bagi masyarakat, sekaligus menjadi teladan bagi generasi muda NTT untuk tidak takut bermimpi dan berjuang.
Dengan semangat juangnya, Grace membawa harapan baru bagi tanah kelahirannya.
Ia tidak hanya menjadi Polwan, tetapi juga pelopor perubahan, bukti bahwa seorang anak daerah mampu bersaing dan berprestasi di kancah nasional. *
