Larantuka,mwartapedia.com – Hadirnya T. Surya Pertiwi Agrojaya (SPA), Jalan Sukarno Hatta, Kelurahan Weri, Kecamatan Larantuka Kabupaten FLores Timur sangat memberi warna baru dalam dunia perdagangan khususnya di Kota Larantuka.
Berkat tangan dingin Direktur PT. Surya Pertiwi Agrojaya (SPA), Richardus Umbu mengelolah secara profesional komiditi kopra asli Flotim, mampu merebut pasar dunia.
Moment membanggakan dan layak mendapat dukungan dari pemerintah setempat ditandai dengan pengirima perdana kopra putih sebesar 15 ton ke pasaran dunia, yakni India, Turkey hingga ke Dubai, oleh Bupati Flores Timur Antonius Hubertus Gehe Hadjon merupakan buah dari upaya PT. Surya Pertiwi Agrojaya yang bekerjasama dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Flores Timur.
“Ekspor hari ini 15 ton yang tergolong dalam 3 tipe yakni tipe Edibel, Reguler,” ungkap Direktur PT. SPA Richardus Umbu.
“Khusus kopra putih, industrinya ada di luar negeri, tidak seperti kopra hitam yang diproduksi dalam negeri untuk pembuatan minyak goreng. Untuk kopra putih ini di ekspor ke negara India, Turkey dan Dubai. Karena menjadi bahan produk pokok makanan sendiri, juga produk farmasi,” Lanjut Umbu.
Selain kopra, juga terdapat sisa limbah dari proses cating atau kopra asalan serta karbon arang.
Umbu mengatakan karbon arang terbagi menjadi karbon arang aktif dan karbon arang abu putih dengan nilai ekonomi yang berbeda, juga ada sabuk kelapa yang bisa dibuat bermacam-macam produk, serta masih banyak prodak turunan dari kopra putih.
Menurutnya, kehadiran PT. SPA membawa solusi terhadap mindset dari pada nilai prodak kelapa. Maka yang menjadi kapasitas utama produksi adalah ketersediaan bahan baku dan tenaga kerja. Sebab PT. SPA hadir tidak hanya untuk profit orientit, tetapi juga pada pemberdayaan masyarakat.
“Kami mengharapkan suatu waktu SDM kelapa cukup menjanjikan, karena kualitas kelapa Flores Timur lebih tinggi nilainya di seluruh Indonesia. Strategi utamanya adalah kolaborasi. Siapa saja yang mau, mari kita berkolaborasi bersama dan mengaturnya dalam skema model bisnis,” tandas Ichad
Sementara itu, Bupati Flores Timur, Antonius Hubertus Gege Hadjon kepada wartawan mengatakan persoalan mendasar senantiasa dialami petani yakni harga serta produktifitas kelapa sebagai bahan baku kopra.
Menurut orang nomor 1 Flores Timur, kehadiran PT. SPA dengan membuat kopra putih terhadap peningkatan nilai, maka lebih praktis petani Flores Timur bisa berpikir untuk beralih dari kopra hitam ke kopra putih.
“Dalam pembicaraan dengan direktur PT. SPA untuk membantu pendampingan kepada petani Flotim tadi dan sudah disetujui untuk menuju ke konsultan dalam membantu hal tersebut. Maka dengan begitu Pemda Flotim akan mendukungnya,” ungkap Bupati Anton.
Dijelaskan juga, bahwa peningkatan nilai terhadap hal tersebut akan berdampak terhadap masyarakat Flores Timur, baik terhadap petani maupun adanya lapangan pekerjaan. Semakin banyak orang memproduksi kopra putih di Kabupaten Flores Timur berkaitan dengan produksi pertanian khususnya kelapa, Tutup Bupati Flotim Antonius Hubertus Gege Hajon.(Van/MI).
