Kupang, mwartapedia.com – Viktor Bogar merasa resah karena Pemerintah belum memperhatikan nasib nelayan yang mengalami dampak Badai Seroja, sehingga mengakibatkan banyak kapal yang rusak dan karam yang sampai saat ini bangkainya belum bisa di evakuasi.
Hal tersebut disampaikan Viktor Bogar pada saat kunjungi Komisi II DPRD Kota Kupang bersama perwakilan Nelayan Tenau di ruangan Komisi II DPRD Kota Kupang, pada Kamis, 15/04/2021.
Sementara itu Viktor menyampaikan apresiasi kepada anggota DPRD Kota kupang yang sudah menerima untuk beraudiens dan mendengar keluhan Nelayan yang mengalami dampak badai Seroja.
“Pemerintah harus cepat mengambil sikap karena sektor perikanan juga menjadi kebutuhan pokok masyarakat kota Kupang” tegasnya.
Dalam ruang audiens tersebut turut hadir Ketua komisi II DPRD Kota Kupang Moukris Lay dengan didampingi beberapa anggota komisi II lain diantaranya Zeyto Ratuarat, Desi Bire, Roni Lotu dan Barce Bastian.
Selain itu, Rodinto Solsepa Perwakilan Nelayan Tenau mengatakan kapal ikan yang hanyut terbawa ombak sekitar 50 kapal terdiri dari kapal GT 1 sampai GT 30. Lanjudnya, Gt 1 15 kapal termaksud Sampan, Gt 3 15 kapal, Gt 5 10 kapal, dan lempara 10 kapal.
“Harapan Kami agar DPRD kota segera tindaklanjuti kedinas terkait dalam hal ini dinas kelautan dan perikanan untuk segera turun dan datakan nelayan yang mengalami dampak dan mendengarkan langsung keluhan nelayan yang mengalami kerusakan kapal sehingga buatkan laporan kepada kementrian perikanan pusat dan solusi yang ditawarkan pemerintah terhadap nelayan yang mengalami bencana seroja,”pungkasnya.
Reporter : Epek Bata
Editor : ML/IB

