Kupang, mwartapedia.com – Garda Maritim NTT perusahaan yang menaungi KMP Garda Maritim tujuan Kupang-Rote menyatakan jika ASDP Kupang mengalami kerugian selama mengoperasikan KMP jalur Kupang-Rote, maka Garda Maritim siap ambil resiko untuk.mengambil alih jalur tersebut.
Hal ini disampaikan oleh Direktur Garda Maritim NTT, Usack V. Benu menanggapi pernyataan GM ASDP Kupang Cypriyitno bahwa selama tahun 2020 ASDP mengalami kerugian sebesar Rp 30 Miliar saat mengelola Kapal Fery Penyeberangan plat merah itu dengan jalur Kupang-Rote.
“Tahun 2020 PT. ASDP mengaku mengalami kerugian sebesar 30 Miliar jadi kami dari pihak swasta ingin membantu masyarakat dan juga membantu pemerintah dalam hal ini ASDP,”ungkapnya.
Usack menambahkan karena ASDP merasa jalur Kupang-Rote Okupansinya merugi maka manajemen dari Garda Maritim siap ambil alih Jalur Kupang-Rote.
“Kami siap mengambil alih jalur Kupang- Rote dengan menambah satu lagi armada Garda Maritim dan bukan hanya itu ketika dua kapal kami melayani Kupang-Rote maka kami akan memberikan service lebih dengan menambah durasi pelayaran. Dari sekarang satu kali pulang pergi maka kami akan menambah dengan dua kali Pulang pergi atau 3 trip kupang- Rote,”tanbahnya.
Dalam Rapat Dengar Pendapat bersama Anggota Dewan Pimpinan Daerah Republik Indonesia (DPD RI), Abraham Paul Liyanto yang bertempat di ruang rapat kantor DPD RI Provinsi NTT, Rabu (14/04/2021) General Manager ASDP Kupang mengungkapkan selama tahun 2020 pihaknya mengalami kerugian sebesar 30 miliar.
“Kami akui bahwa Kupang-Rote itu adalah jalur yang tidak ramai. Makanya kami kaget ada kapal swasta mau masuk. Karena dari kajian bisnis kami, ke Rote- Kupang dan Kupang – Rote tidak bagus prosepeknya selama ini,”Ujarnya.
Pihaknya merasa heran karena dari pihak swasta yang berani dan nekat melintasi jalur dimana bagi mereka jalur Kupang-Rote merupakan jalur yang tidak ramai dengan penumpang.
“Kalau ramai kami jalan tapi kalau sepi kami tidak jalan. Sebelum Garda Maritim 3 masuk ada swasta mau masuk kita infokan seperti ini kondisinya. Kita akan lihat seberapa kuat GM 3. Makanya kami heran Garda Maritim 3 yang swasta kok nekad, kita akan lihat seberapa kuat GM bertahan.” Jelas Cuprityitno.(IB/ML)

