Lewoleba,Mwartapedia.com – Sejumlah masyarakat Diaspora NTT di Jakarta dan sekitarnya membentuk “Forum Lembata Memanggil” sebagai bentuk partisipasi atas duka dan derita yang dialami masyarakat di tanah Lembata, yang saat ini sedang menempati sejumlah posko pengungsian di Kota Lewoleba.
Forum Lembata Memanggil yang di nahkodai oleh Bernard Tifaona, S.H, M.H dan sekretaris Michael Laba Kleden hadir dikota Lewoleba memberikan bantuan bagi para pengungsi korban erupsi gunung Ile Lewotolok pada Kamis (10/12/2020).
“Bantuan ini diberikan melalui Diaspora NTT yang berada di Jakarta,”Ujar salah seorang penasehat, Polce Ruing dan hari ini melalui Bulog Larantuka akan serah terima kepada kami sebagai satu kesatuan yang tidak terpisahkan dari Diaspora NTT Jakarta pada forum Lembata Memanggil,”Tambah Polce
Lanjut Polce, kami sudah melaporkan jati diri lembaga kepada pemerintah kabupaten Lembata dan kehadiran kami secara resmi dalam duka Lembata ini sehingga untuk saat ini fokus kami terhadap tanggap darurat bencana Erupsi ile lewotolok.
“Kami pastikan bahwa seluruh bantuan dari kami bisa sampai ke warga terdampak yang ada di rumah warga mandiri untuk bisa mendapatkan perhatian khusus dari lembaga kami agar mereka jangan lapar namun kehadiran kami untuk membantu serta meringankan beban pengungsi,” Tuturnya.
Dirinya menambahkan, sebanyak 1.700 sembako yang akan kami distribusikan berdasarkan data yang pasti sehingga bisa kami mempertanggung jawabkan kepada lembaga kami dan para donatur kami yang ada di Jakarta.
“Petrus Orias Muda beliau adalah orang pertama CIO perusahaan tambang Indonesia, salah satu tambang terbesar PT. Freport dan beliau putra NTT yang mau peduli terhadap duka Lembata dengan terjadinya bencan Erupsi gunung berapi Ile Lewotolok ini,”Terangnya.
Ditambahkan, harapan kami keadaan dikabupaten Lembata tidak boleh berlarut-larut dan kita semua juga berdoa agar seluruh keluarga dan sanak saudara kita kembali dengan selamat pada rumah masing-masing sampai selesainya bencana in. Kami juga akan membantu pemerintah dalam merehabilitasi warga terdampak korban Erupsi gunung Ile Lewotolok serta pemberdayaan sumberdaya manusia dan ekonomi .
“Sebagai orang Lembata yang merantau sekian lama sehingga dengan adanya musibah ini kami terpanggil untuk turut ambil bagian dan ikut menderita sehingga debgan rasa itu kami hadir disini, Duka Lembata adalah duka kita bersama,”Ungkapnya.
Ahli Mitigasi Bencana yang punya pengalaman di berbagai daerah, Gabi Goa menjelaskan bencana ini bukan hanya derita yang dialami oleh orang Lembata saja namun siapa saja bisa merasakan karena ini adalah bencana kemanusian.
Lebih jauh Gabi mengatakan situasi ini menarik situasi publik dan nasional Lembata membutuhkan solidaritas kemanusiaan untuk bisa keluar dari musibah Erupsi ini.
“Yang paling penting adalah asesmen terhadap korban itu ada dimana saja sehingga memperhatikan warga baik yang ada di zona merah dan zona hijau sehingga kordinator antar lembaga terkait baik di tingkat lokal dan Nasional sangat di butuhkan karena managemen kebencanaan sudah diatur dalam undang-undang dibawah koordinasi BNPB dan semua ikut terlibat didalamnya sehingga solidaritas nasional dan internasional akan terpanggil,”Pungkasnya.
Penulis : Roy
Editor. : Mery

