Kupang,nwartapedia.com – Dinas Kesehatan Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) menggandeng Persatuan Umat Buddha Indonesia (Permabudhi) menyelenggarakan kegiatan edukasi kesehatan bertema “Pencegahan Gizi Buruk, Stunting, dan Penyakit Menular” di Aula El Tari, Kantor Gubernur NTT, Selasa (20/5/2025).
Kegiatan ini dihadiri oleh 150 peserta yaitu ketua dan anggota Permabudhi dan komunitas Peace Maker Kupang ( Kompak) yaitu komunitas org muda lintas agama.
Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Provinsi NTT, Ir. Erlina R. Salmun, M.Kes, yang mewakili Kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTT.
Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menangani masalah kesehatan masyarakat, terutama yang berkaitan dengan gizi buruk, stunting, dan penyakit menular.
“Masalah gizi buruk dan penyakit menular bukan hanya menjadi tanggung jawab sektor kesehatan, tetapi memerlukan intervensi menyeluruh dari berbagai pihak, termasuk tokoh agama dan organisasi masyarakat,” ujar Erlina.
Dirinya juga menyampaikan bahwa tahun 2045 akan menjadi momentum penting bagi Indonesia dalam menghadapi bonus demografi.
Oleh karena itu, generasi muda, khususnya anak-anak NTT, harus dipersiapkan menjadi generasi sehat dan berkualitas sejak dini.
Sementara itu, Ketua Panitia kegiatan, Nur Asisah, SKM, M.Kes., yang juga menjabat sebagai Kepala Seksi Penyakit Tidak Menular Dinkes NTT, melaporkan bahwa tujuan utama kegiatan ini adalah meningkatkan kesadaran masyarakat serta memperkuat peran tokoh agama dalam kampanye kesehatan.
“Tokoh agama memiliki pengaruh besar dalam menyampaikan pesan-pesan moral dan spiritual kepada masyarakat. Melalui mimbar keagamaan, mereka dapat mendorong perubahan perilaku hidup bersih dan sehat,” jelas Nur Asisah.
Kegiatan ini menghadirkan dua narasumber utama, yaitu Dokter Spesialis Anak, dr.Vininsia Mery Laura Mesang , Sp.A, serta Ir. Erlina R. Salmun, M.Kes.
Materi disampaikan melalui metode ceramah dan sesi tanya jawab interaktif.
Dengan diadakannya kegiatan ini, diharapkan masyarakat lebih memahami pentingnya asupan gizi seimbang, pola hidup bersih, serta deteksi dini dan pencegahan penyakit menular.
Selain itu, kolaborasi aktif antara pemerintah dan organisasi keagamaan seperti Permabudhi dinilai krusial dalam memperkuat pembangunan kesehatan berbasis komunitas di NTT. (MI)

