
Kupang,nwartapedia.com – Sebanyak 30 pasangan suami-istri mengikuti pemberkatan nikah secara sakramental di Gereja Paroki St. Fransiskus Asisi BTN Kolhua, Kota Kupang, dalam sebuah misa syukur penuh sukacita, Rabu (14/5/2025).
Acara sakral ini turut dihadiri langsung oleh Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, bersama jajaran Pemerintah Kota Kupang yang mendukung terselenggaranya pemberkatan massal tersebut. Kehadiran dan perhatian pemerintah kota mendapat apresiasi khusus dari perwakilan keluarga pengantin, Yoakim Asy.
“Atas nama 30 pasangan pengantin, para saksi, dan keluarga besar, kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Bapak Wali Kota dan seluruh jajarannya. Negara tidak hanya mengurus kesejahteraan warganya, tapi juga memperhatikan kehidupan spiritual mereka melalui ikatan perkawinan sakramental,” ungkap Yoakim dalam sambutannya.
Pemberkatan dipimpin oleh Pastor Paroki St. Fransiskus BTN Kolhua, RD. Dus Bone, Pr., didampingi para pastor dari berbagai paroki di Kota Kupang, seperti Paroki St. Yoseph Naikoten, Paroki St. Mathias Tofa, Paroki St. Familia Sikumana, Paroki St. Gregorius Oeleta, dan Paroki St. Joseph Pekerja Penfui. Turut ambil bagian pula para frater, suster, serta petugas liturgi dari masing-masing paroki, termasuk koor, lector, dan misdinar.
Momentum ini menjadi tonggak penting bagi para pasangan, yang kini sah sebagai suami-istri di hadapan Tuhan dan Negara.
Mereka juga secara resmi memperoleh hak-hak sipil berdasarkan Undang-Undang Administrasi Kependudukan No. 24 Tahun 2013, termasuk hak atas pencatatan dan akta perkawinan.
“Kami sangat bahagia hari ini. Senyum penuh syukur terlihat di wajah para pengantin baru, meskipun ada juga yang senyum tipis karena takut makeup-nya luntur,” ujar salah satu peserta, disambut tawa dan tepuk tangan hadirin.
Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada keluarga-keluarga dari latar belakang non-Katolik yang dengan kasih mendukung anggota keluarganya menerima Sakramen Perkawinan secara Katolik, bahkan mengikuti iman pasangan mereka.
Misa pemberkatan ini juga diwarnai pesan rohani yang mendalam, mengutip ajaran St. Ignatius dari Antiokhia dan St. Leo Agung tentang kesetiaan suami istri dan makna perkawinan sebagai lambang kasih Kristus terhadap Gereja-Nya.
Acara ditutup dalam suasana syukur dan harapan agar ke-30 pasangan yang berbahagia ini mampu membangun rumah tangga yang kokoh dalam iman, kasih, dan tanggung jawab bersama. ***
