Kupang, nwartapedia.com — Lomba Kebersihan Antar Kelurahan Tingkat Kota Kupang 2026 sukses dilaksanakan. Pemerintah Kota Kupang memberikan apresiasi kepada Komunitas Beta Bersih dan Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Kupang yang telah mendorong masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan.
Syukuran sekaligus penyerahan bonus kepada para pemenang berlangsung di Shoto-Kai Resto & Cafe, Kota Kupang, Rabu (16/9/2026).
Ketua Satgas Lomba Kebersihan “Kupang Bersih”, Paulus Irsan Dardana, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk kolaborasi antara masyarakat dan pemerintah dalam membangun lingkungan yang bersih.
“Ini adalah kali kedua kami bersama DLHK berkolaborasi,” kata Paulus.
Pada Lomba Kebersihan 2026, tim juri DLHK menggunakan tiga aspek utama sebagai indikator penilaian, yakni kebersihan lingkungan, Tempat Pembuangan Sampah (TPS), dan kantor lurah.
Tim juri turun langsung ke lapangan untuk melakukan penilaian terhadap kondisi masing-masing kelurahan.
Kelurahan Nunbaun Sabu berhasil meraih juara pertama.
Prestasi tersebut meningkat dibandingkan tahun sebelumnya, ketika Nunbaun Sabu hanya berada di posisi juara harapan pertama atau peringkat keempat.
Juara kedua diraih Kelurahan Oepura, sedangkan posisi ketiga ditempati Kelurahan Liliba.
Oepura menjadi salah satu kelurahan yang mengalami peningkatan karena pada lomba sebelumnya belum masuk daftar pemenang.
Sementara Liliba naik dari posisi juara harapan kedua pada 2025 menjadi juara ketiga pada 2026.
Hasil Lomba Kebersihan Kota Kupang 2026:
Juara 1: Nunbaun Sabu
Juara 2: Oepura
Juara 3: Liliba
Juara Harapan 1: Oebufu
Juara Harapan 2: Batuplat
Juara Harapan 3: Naikoten 1
Peringkat 7: Nefonaek
Peringkat 8: Merdeka
Peringkat 9: Oesapa Barat
Peringkat 10: Bonipol
Paulus mengatakan perubahan peringkat tersebut menunjukkan adanya perkembangan semangat menjaga kebersihan di tingkat kelurahan.
Menurutnya, terdapat kelurahan yang berhasil meningkatkan prestasi, ada yang mengalami penurunan, serta ada pula kelurahan yang muncul sebagai pendatang baru.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada tim juri DLHK yang tetap menjalankan tugas secara maksimal meskipun menghadapi keterbatasan sumber daya.
Komunitas Beta Bersih menyiapkan hadiah uang tunai dengan total Rp100 juta bagi para pemenang.
Paulus berharap hadiah tersebut dapat dimanfaatkan untuk menunjang kebutuhan sarana dan prasarana kebersihan di masing-masing kelurahan.
Ia menjelaskan, pengumpulan dana hadiah tersebut membutuhkan dukungan dari berbagai pihak. Bahkan hingga akhir Juli 2026 masih terdapat kekurangan sekitar Rp20 juta.
Untuk menutupi kekurangan tersebut, Komunitas Beta Bersih menggelar gala dinner pada 5 Agustus 2026.
Dalam kegiatan itu, Wali Kota Kupang turut memberikan kontribusi pribadi sebesar Rp5 juta.
“Puji Tuhan akhirnya bisa tercapai total Rp100 juta pada detik-detik akhir,” ujar Paulus.
Paulus mengatakan tingginya antusiasme lurah, masyarakat dan DLHK menjadi alasan untuk mempertimbangkan kembali pelaksanaan Lomba Kebersihan pada periode 2026-2027.
Jika dilanjutkan, Komunitas Beta Bersih berencana mengembangkan sistem penilaian dan peringkat yang diumumkan setiap bulan.
Dengan sistem tersebut, setiap kelurahan dapat mengetahui perkembangan nilai dan peringkatnya sehingga terdorong untuk terus melakukan pembenahan.
Sementara itu, Wali Kota Kupang memberikan apresiasi kepada Komunitas Beta Bersih yang selama dua tahun ikut membantu pemerintah menggerakkan masyarakat dalam menjaga kebersihan.
Ia menegaskan bahwa kebersihan Kota Kupang merupakan tanggung jawab bersama.
Menurutnya, kehadiran komunitas seperti Beta Bersih menunjukkan bahwa pembangunan kota dapat dilakukan melalui kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat.
“Kota Kupang itu bukan milik satu orang saja, bukan milik pemerintah saja, tetapi Kota Kupang itu adalah rumah bersama,” ujarnya.
Wali Kota juga mengingatkan kelurahan yang meraih juara agar tidak cepat puas.
Predikat juara harus menjadi motivasi untuk mempertahankan kebersihan secara konsisten.
“Juara sejati sesungguhnya adalah yang bisa menjaga kebersihan sampai itu menjadi budaya,” tegasnya.
Ia berharap kebersihan tidak hanya dijaga ketika lomba berlangsung, tetapi menjadi kebiasaan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari.
Wali Kota juga mengusulkan agar pelaksanaan lomba berikutnya dapat menambahkan kategori peningkatan terbaik. Dengan demikian, kelurahan yang mengalami kemajuan signifikan tetap memperoleh apresiasi.
Selain itu, kategori partisipasi masyarakat, penghijauan dan inovasi kebersihan juga dinilai dapat dikembangkan.
Menurutnya, membangun Kota Kupang yang lebih baik dapat dimulai dari hal-hal sederhana, seperti membersihkan halaman, menjaga selokan, merawat lingkungan, menanam pohon dan membangun kesadaran bahwa kebersihan merupakan tanggung jawab bersama.
Melalui kolaborasi pemerintah, komunitas, kelurahan dan masyarakat, gerakan Kupang Bersih diharapkan tidak berhenti sebagai sebuah perlombaan, tetapi berkembang menjadi budaya hidup bersih di seluruh wilayah Kota Kupang. (MI)


