
Kupang,nwartapedia.com – Pengurus Perhimpunan Indonesia Tionghoa (INTI) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) kembali melaksanakan sosialisasi program beasiswa penuh ke Nantong College of Science and Technology, Tiongkok.
Sosialisasi kali ini berlangsung di SMAK Giovanni, setelah sebelumnya dilaksanakan di SMAN 1 Kupang dan SMA Kristen Kupang.
Acara yang digelar di halaman sekolah saat apel pagi pada Selasa tanggal 10 Desember 2024 ini dihadiri oleh Kepala Sekolah SMAK Giovanni, Romo Stef Mau, para guru, serta seluruh siswa kelas 10, 11, dan 12.
Dalam program beasiswa penuh ini, siswa yang terpilih akan dibebaskan dari biaya kuliah, tinggal di asrama tanpa biaya, serta mendapat uang saku. Bidang studi yang ditawarkan mencakup e-commerce, farmasi dan teknik biologi, serta teknologi hortikultura.
Ketua INTI NTT, Ir. Theo Widodo dalam kesempatan tersebut mengatakan bahwa program beasiswa ini tidak mengharuskan siswa untuk mampu berbahasa Mandarin.
“Pada tahun pertama, siswa akan belajar bahasa Mandarin intensif sebelum memulai mata kuliah bidang studi di tahun kedua,”ungkapnya.
Theo Widodo menjelaskan bahwa Tiongkok memiliki keunggulan strategis sebagai negara maju yang dekat secara geografis dengan Indonesia.
“Selain teknologi yang maju, budaya Tiongkok juga tidak jauh berbeda dengan Indonesia. Biaya untuk pulang liburan pun tidak akan terlalu mahal,” jelasnya.
Theo Widodo yang juga adalah ayah dari Walikota terpilih ini mengatakan, salah satu alumni SMAK Giovanni, Bernard Anthony Lauw, saat ini sedang menjalani program beasiswa tersebut dengan mengambil jurusan farmasi dan teknik biologi di Nantong College of Science and Technology.
Salah satu pengurus INTI NTT, Jacob Hermanus menambahkan bahwa program beasiswa ini ditujukan untuk jenjang diploma D3 dengan peluang melanjutkan ke jenjang S1 di masa mendatang.
“Melalui sosialisasi ini, kami pengurus INTI NTT berharap semakin banyak siswa NTT, khususnya dari SMAK Giovanni, yang dapat memanfaatkan kesempatan luar biasa ini untuk meraih masa depan yang lebih cerah,”harapnya.
Sementara itu, Kepala Sekolah SMAK Giovanni, Romo Stef Mau, berpesan kepada para siswa agar memanfaatkan kesempatan ini sebaik-baiknya.
“Ambil jurusan yang sesuai minat dengan memperhatikan tren perkembangan teknologi. Ini adalah peluang emas untuk membangun masa depan yang lebih baik dengan melanjutkan studi di salah satu negara termaju di dunia,” ujarnya. (MI)
