Kupang,nwartapedia.com — DPD Pemuda Tani Indonesia (PTI) Nusa Tenggara Timur menggelar kegiatan tanam jagung perdana sebagai langkah awal penguatan ketahanan pangan dan pemberdayaan petani muda di NTT.
Kegiatan ini berlangsung di lahan milik Senator DPD RI asal NTT sekaligus Ketua Dewan Pembina Pemuda Tani Indonesia NTT, Abraham Paul Liyanto, do Area Hotel Harper pada Sabtu (13/12/2025).
Kegiatan tersebut dihadiri berbagai pemangku kepentingan, di antaranya perwakilan PT Sumber Energi Pangan, PT Silvano Maynardi Jaya (SMJ), Kepala Kantor Wilayah Pemasyarakatan NTT Ketut Akbar Herry Achjar, Ketua HIPMI, Ketua Pemuda Tani Kota Kupang, serta kelompok petani muda.
Ketua DPD Pemuda Tani Indonesia NTT, Bobby Lianto, dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada pemilik lahan yang telah memberikan izin penggunaan lahan untuk kegiatan tanam perdana.
“Adalah suatu kehormatan dan kebanggaan bagi kami karena atas kebaikan hati Bapak Abraham Paul Liyanto, hari ini kita bisa berdiri bersama di sini dan melaksanakan penanaman jagung perdana,” ujar Bobby.
Bobby menjelaskan, meskipun kepengurusan Pemuda Tani Indonesia NTT baru dilantik pada 27 November 2025, pihaknya langsung bergerak cepat. Sehari setelah pelantikan, jajaran pengurus langsung turun ke lapangan untuk melakukan survei lahan dan memulai proses penanaman.
“Ketua umum memang memuji langkah cepat ini, tetapi bagi saya itu adalah tanggung jawab besar yang harus dijalankan,” tegasnya.
Ia mengungkapkan bahwa program perdana yang dijalankan adalah kerja sama strategis dengan PT Silvano Maynardi Jaya (SMJ) untuk penanaman jagung hibrida di wilayah timur Indonesia, khususnya NTT.
“Dalam waktu tiga sampai empat bulan ke depan, kita akan melihat hasil jagung di Pulau Timor. Pola kerja sama dilakukan dengan pemilik lahan, bisa sistem sekali pakai atau bagi hasil 50:50, dan semuanya berbasis pemberdayaan petani yang disupport penuh oleh SMJ,” jelas Bobby.
Menurutnya, seluruh hasil panen akan dibeli oleh Pemuda Tani Indonesia sehingga petani tidak perlu khawatir terkait pemasaran. Saat ini, sejumlah lahan di Kota Kupang dan beberapa kabupaten lain di NTT telah disiapkan untuk penanaman jagung.
“Bahkan kami sudah berkomitmen bekerja sama dengan warga binaan untuk mengelola sekitar 40 hektare lahan. Ke depan, bukan hanya di Kupang, tetapi seluruh lapas di NTT akan kita tanami jagung,” katanya.
Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Pemasyarakatan NTT, Ketut Akbar Herry Achjar, menyatakan pihaknya siap mendukung penuh program ketahanan pangan melalui pemberdayaan warga binaan.
“Kami memiliki sekitar 500 warga binaan dan siap menyiapkan tenaga kerja dari proses tanam hingga panen. Semangat kami untuk ketahanan pangan sudah berjalan sejak lama,” ungkap Ketut Akbar.
Ia berharap kolaborasi antara Pemuda Tani Indonesia, pemerintah daerah, dan masyarakat dapat terus diperkuat guna mewujudkan kemandirian pangan di NTT.
Selain program jagung, Bobby Lianto juga memaparkan sejumlah program strategis lainnya, seperti pengadaan mesin pengemasan kopi sachet yang telah beroperasi di Kupang,
pembentukan Koperasi Pemuda Tani Indonesia yang dilengkapi aplikasi digital dan akan diuji coba tahun ini, serta pengembangan Sekolah Pangan bagi petani muda.
“Kita ingin membangun pemuda tani menjadi pengusaha muda di bidang pertanian,” tegasnya.
Sekolah Pangan tersebut akan bekerja sama dengan Yayasan Pelita Timur, dengan mengirim peserta untuk belajar ke Mojokerto, serta membuka Sekolah Pangan Nasional yang akan diikuti sekitar 100 petani muda dari berbagai daerah. (MI)
