Tokyo,nwartapedia.com — Pengkhotbah cilik berbakat asal Nusa Tenggara Timur (NTT), Jaden Lianto, kembali menginspirasi banyak orang lewat pelayanan Firman Tuhan, kali ini di Gereja Bethel Indonesia (GBI) Japan yang berlokasi di pusat kota Shibuya, Tokyo.
Didampingi oleh ayahnya, Bobby Lianto, Ketua Umum KADIN NTT, Jaden berbagi pesan rohani yang menyentuh hati para jemaat, khususnya anak-anak muda yang mendominasi wilayah tersebut.
Dalam kotbah singkatnya, Jaden yang baru berusia 12 tahun menyampaikan sharing Firman Tuhan dengan tema yang unik dan menggugah rasa ingin tahu: “100 – 1 = 0”.
“Semua orang tahu secara hitungan matematika bahwa 100 dikurangi 1 sama dengan 99. Namun, dalam hidup sering kali kita bertindak seolah-olah 100 dikurangi 1 menjadi 0, karena satu kesalahan membuat kita lupa akan seratus kebaikan,” jelas Jaden di hadapan jemaat.
Pesan ini ia sampaikan untuk mengingatkan semua yang hadir agar tidak mudah melupakan kebaikan demi kebaikan yang Tuhan maupun orang lain telah berikan, hanya karena satu peristiwa buruk.
Lebih jauh, Jaden mengajak jemaat untuk selalu bersyukur dalam segala keadaan.
“Firman Tuhan berkata: bersyukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Tuhan. Bahkan masalah yang kita alami kadang adalah bagian dari rencana-Nya yang lebih besar. Di balik masalah selalu ada berkat Tuhan yang menanti,” ujarnya.
Dalam khotbah yang disampaikan dengan penuh semangat, Jaden juga mengajak jemaat untuk selalu menghitung berkat Tuhan.
“Mari kita hitung berkat Tuhan, supaya kita ingat kebaikan-Nya dan tetap punya hati yang bersyukur. Mari kita semakin dewasa di dalam Tuhan,” tambahnya.
Keberanian dan kematangan rohani Jaden dalam menyampaikan Firman Tuhan menuai kekaguman jemaat, terutama kaum muda di Jepang. Khotbahnya disampaikan dalam bahasa Inggris dan diterjemahkan oleh sang ayah.
Sebagai informasi, Jaden adalah putra pertama dari pasangan Bobby Lianto dan Yuliana Nesya Angelina. Ia mulai berkhotbah sejak usia 9 tahun dan telah melayani di berbagai gereja di Indonesia maupun mancanegara, termasuk Australia, Singapura, Korea, dan kini Jepang. Tahun depan, Jaden dijadwalkan melayani di Los Angeles, Amerika Serikat.
Lewat pelayanannya, Jaden membuktikan bahwa usia muda bukanlah halangan untuk menjadi alat Tuhan.
“Tuhan bisa memakai siapa saja muda ataupun tua untuk menyampaikan pesan-Nya bagi dunia,” tuturnya di akhir sharingnya.
Kehadiran Jaden di Jepang tidak hanya memberi warna baru bagi jemaat GBI Japan di Shibuya, tetapi juga menjadi inspirasi bagi generasi muda bahwa setiap orang memiliki potensi untuk menjadi berkat bagi sesama. ***

