Jakarta, nwartapedia.com – Upaya memperkuat kualitas layanan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) terus dipacu. BPJS Kesehatan di bawah kepemimpinan direksi periode 2026–2031 resmi meluncurkan delapan program prioritas (Quick Wins) yang ditargetkan tuntas dalam 100 hari kerja pertama.
Direktur Utama BPJS Kesehatan, Prihati Pujowaskito, menjelaskan bahwa langkah ini merupakan respons atas kebutuhan peserta akan layanan yang cepat, mudah diakses, dan mampu memberikan solusi nyata di lapangan.
“Harapan masyarakat sederhana, yakni mendapatkan layanan yang cepat dan solutif saat menghadapi kendala. Karena itu, kami merancang program yang langsung menyentuh kebutuhan dasar peserta sekaligus memperkuat kolaborasi lintas sektor,” ujarnya, Rabu (15/4/2026).
Empat program berbasis Customer Centric menjadi fokus utama, meliputi Respons Cepat Solutif, Iuran Kuat, Prolanis Muda, serta Eliminasi Inefisiensi.
Program ini dirancang untuk meningkatkan kualitas interaksi layanan sekaligus memastikan keberlanjutan sistem JKN.
Salah satu inovasi yang menonjol adalah optimalisasi layanan Pelayanan Administrasi melalui WhatsApp (PANDAWA) yang kini hadir selama 24 jam penuh.
Direktur Kepesertaan BPJS Kesehatan, Akmal Budi Yulianto, menyebut layanan ini sebagai standar baru dalam pelayanan publik berbasis digital.
“Dengan PANDAWA 24 jam, peserta tidak lagi dibatasi waktu. Bahkan untuk layanan prioritas, kami menargetkan respons kurang dari lima menit sebagai bentuk komitmen layanan cepat,” jelasnya.
Transformasi digital ini sejalan dengan arah kebijakan nasional. Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, menilai digitalisasi layanan publik menjadi kunci menuju sistem digital welfare state yang lebih efisien dan responsif.
“Layanan publik harus adaptif dan proaktif. Digitalisasi memungkinkan kita memangkas waktu dan meningkatkan kualitas layanan secara signifikan,” tegasnya.
Dukungan juga datang dari Wakil Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Wakil Kepala BKKBN, Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka, yang menilai kemudahan akses layanan kesehatan menjadi fondasi penting dalam pembangunan sumber daya manusia.
Hal senada disampaikan Wakil Ketua BAZNAS RI, Zainul Tauhid Sa’adi, yang mengapresiasi inovasi tersebut sebagai bukti kehadiran negara dalam memberikan pelayanan tanpa batas ruang dan waktu.
Selain fokus pada peserta, BPJS Kesehatan juga memperkuat pendekatan kolaboratif melalui empat program lainnya, yakni P-Care MBG, Siswa Sehat Sekolah Rakyat, Desa Sehat JKN, serta JKN 3T yang menyasar wilayah terpencil melalui kerja sama lintas sektor.
Dengan peluncuran delapan program ini, BPJS Kesehatan menegaskan langkah percepatan transformasi layanan JKN agar semakin inklusif, efisien, dan berdampak nyata bagi seluruh masyarakat Indonesia. *
