Kupang, nwartapedia.com — Kejuaraan Daerah (Kejurda) Atletik Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) 2026 memperebutkan Piala Wali Kota Kupang resmi ditutup di Stadion Oepoi Kupang, Kamis (13/8/2026).
Kejurda yang berlangsung selama dua hari, 12-13 Agustus 2026, menjadi ajang kompetisi sekaligus penjaringan atlet potensial dari berbagai kabupaten/kota di NTT.
Dari hasil keseluruhan perlombaan, Sumba Barat Daya keluar sebagai Juara Umum I, disusul Kota Kupang sebagai Juara Umum II, sementara Sumba Timur meraih Juara Umum III.
Hasil tersebut menunjukkan persaingan atletik antardaerah di NTT semakin kompetitif sekaligus menjadi gambaran perkembangan pembinaan atlet di masing-masing kabupaten/kota.
Ketua Panitia Kejurda Atletik NTT 2026, David Here, S.Pd., mengatakan pelaksanaan kejuaraan tersebut merupakan bagian dari upaya memperkuat pembinaan atlet atletik di NTT.
Ia menjelaskan, sebanyak 11 kabupaten/kota ikut ambil bagian dengan total sekitar 129 atlet.
Para atlet berlaga pada nomor lintasan dan lapangan dengan kategori U-16, U-18, U-20 hingga senior.
Menurut David, Kejurda tidak hanya bertujuan mencari juara, tetapi juga menjaring atlet muda yang memiliki potensi untuk dibina menghadapi kompetisi yang lebih tinggi.
“Harapannya mereka menjadi atlet potensial NTT yang nantinya bisa berjuang di tingkat nasional, regional maupun internasional,” ujarnya.
Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Kupang, Marthin Alan Yoga Girsang, S.H., M.H., menyampaikan apresiasi kepada PASI Provinsi NTT karena telah mempercayakan Kota Kupang sebagai tuan rumah.
Menurutnya, Pemerintah Kota Kupang berupaya memberikan dukungan terhadap pelaksanaan kegiatan tersebut meskipun dilakukan dalam kondisi keterbatasan anggaran.
Ia menilai keberhasilan Kejurda selama dua hari menjadi bukti kolaborasi antara PASI, pemerintah dan berbagai pihak dalam mendukung pengembangan olahraga di daerah.
“Kami sebagai tuan rumah tentu harus memberikan yang terbaik. Saya melihat selama dua hari pertandingan berjalan dengan baik,” katanya.
Ketua PASI Provinsi NTT, Ir. Theodorus Widodo, yang biasa disapa Theo Widodo, mengatakan pelaksanaan Kejurda Atletik 2026 di Kota Kupang menjadi momentum untuk menerapkan pola baru dalam penentuan tuan rumah.
PASI NTT berencana membuat pelaksanaan Kejurda berpindah dari satu kabupaten/kota ke daerah lainnya.
Untuk tahun 2027, Kabupaten Sikka melalui Kota Maumere telah ditetapkan sebagai tuan rumah.
Sementara untuk tahun 2028, PASI NTT berencana menawarkan kesempatan kepada daerah di daratan Sumba.
“Kita memulai tradisi baru bahwa tuan rumah tidak lagi hanya di Kota Kupang. Untuk 2027 sudah diputuskan Maumere dan 2028 akan ditawarkan ke Sumba,” jelas Theo Widodo.
Menurutnya, pola tersebut diharapkan dapat mendorong pemerataan pembinaan atlet, pengembangan fasilitas olahraga serta meningkatkan keterlibatan pemerintah kabupaten/kota.
Sekretaris PASI Kota Kupang, Edu Penu Weo, yang mewakili Ketua PASI Kota Kupang karena berhalangan hadir, menyampaikan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepada Kota Kupang.
Ia mengakui masih terdapat sejumlah kekurangan dalam penyelenggaraan, namun panitia berusaha melaksanakan Kejurda sebaik mungkin.
Pada acara penutupan, dilakukan penyerahan kembali bendera tuan rumah dari PASI Kota Kupang kepada PASI Provinsi NTT sebagai simbol berakhirnya tanggung jawab Kota Kupang sebagai tuan rumah.
Bendera tersebut selanjutnya menjadi simbol estafet menuju pelaksanaan Kejurda Atletik NTT 2027 di Maumere.
Dengan berakhirnya Kejurda Atletik NTT 2026, PASI NTT selanjutnya akan melakukan pembinaan terhadap atlet-atlet terbaik yang memenuhi kriteria untuk dipersiapkan mengikuti kejuaraan tingkat nasional.
Sumba Barat Daya, Kota Kupang dan Sumba Timur menjadi tiga daerah dengan capaian terbaik dalam klasemen umum Kejurda Atletik NTT 2026.
Ajang Piala Wali Kota Kupang ini pun menjadi bagian dari langkah panjang NTT dalam menemukan dan membina talenta atletik daerah menuju prestasi yang lebih tinggi. (MI)



