Kupang, nwartapedia.com — Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena, menegaskan masih adanya berbagai persoalan mendasar di sektor pendidikan, mulai dari keterbatasan akses, sarana prasarana, hingga biaya pendidikan.
Hal itu disampaikan dalam pertemuan bersama Komisi X DPR RI di Kupang.
Ia menyebut kondisi geografis NTT sebagai provinsi kepulauan menjadi tantangan utama pemerataan layanan pendidikan.
Gubernur juga menekankan bahwa peningkatan kualitas sumber daya manusia harus menjadi fokus, bukan sekadar capaian angka Indeks Pembangunan Manusia (IPM).
Selain itu, ia menyoroti kondisi perpustakaan daerah yang belum memadai serta pentingnya pelestarian budaya sebagai penggerak ekonomi.
Di sisi lain, Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Lalu Hardian Irfani, mengungkapkan kesenjangan pendidikan di NTT masih cukup tinggi.
Data 2025 menunjukkan rata-rata lama sekolah masih di bawah nasional, sementara kemampuan literasi dasar siswa juga menjadi perhatian.
Komisi X menyatakan komitmennya mengawal program strategis pendidikan, termasuk revitalisasi sekolah, pengelolaan DAK, hingga sistem penerimaan murid baru.
Wakil Gubernur NTT, Johanis Asadoma, berharap dukungan konkret pemerintah pusat, terutama terkait peningkatan sarana pendidikan dan kesejahteraan guru.
Dalam pertemuan tersebut, pemerintah pusat juga menyerahkan DAK Non Fisik Pendidikan 2026 untuk NTT sebesar Rp1,06 triliun. *
