Kupang, nwartapedia.com — Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo menegaskan bahwa penyaluran bantuan pangan kepada masyarakat bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan memiliki makna mendalam sebagai bentuk nyata kehadiran pemerintah bagi warga yang membutuhkan.
Hal tersebut disampaikan saat menghadiri kegiatan penyaluran bantuan pangan di Kelurahan Nefonaek Rabu (1/4/2016)
Dalam sambutannya, ia menekankan bahwa pangan tidak hanya berkaitan dengan kebutuhan dasar, tetapi juga menyangkut martabat dan ketahanan keluarga.
“Pangan itu bukan hanya soal kebutuhan dasar, tetapi juga menyangkut martabat. Ketika kebutuhan terpenuhi, keluarga menjadi kuat. Jika keluarga kuat, maka masyarakat kuat, dan pada akhirnya Kota Kupang juga menjadi kuat,” ujarnya.
Menurutnya, pembangunan daerah harus dimulai dari penguatan individu dan keluarga.
Wali Kota menilai program bantuan pangan memiliki peran strategis dalam menciptakan fondasi tersebut, terutama bagi masyarakat yang berada dalam kondisi rentan.
Wali Kota juga menegaskan komitmennya untuk hadir langsung di tengah masyarakat sebagai bentuk kepedulian. Meski memiliki agenda lain bersama Gubernur, ia tetap menyempatkan diri hadir dalam kegiatan tersebut.
“Saya ingin hadir walaupun hanya sebentar. Ini adalah bentuk cinta dan perhatian kepada masyarakat. Tanpa bapak dan mama sekalian, saya tidak bisa berdiri di sini,” ungkapnya.
Dalam kesempatan itu, ia menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menghadapi berbagai tantangan, termasuk kondisi ekonomi global yang tidak menentu.
“Kita tidak bisa berjalan sendiri-sendiri. Kita butuh kolaborasi pemerintah, BULOG, tokoh agama, komunitas, hingga seluruh elemen masyarakat. Kalau kita berjalan bersama, kita bisa menghadapi berbagai tantangan,” tegasnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Perum BULOG Kanwil Nusa Tenggara Timur atas dukungan dalam menjaga stabilitas pangan di Kota Kupang.
Menurutnya, pemerintah daerah justru sangat membutuhkan peran BULOG dalam memastikan ketersediaan dan distribusi bahan pokok.
Data penyaluran bantuan pangan tahun 2026 menunjukkan peningkatan signifikan jumlah penerima. Dari sekitar 21 ribu penerima pada tahun 2025, kini meningkat menjadi hampir 39.809 penerima atau naik lebih dari 80 persen.
Selain itu, cakupan penerima juga diperluas dari desil 1–3 menjadi hingga desil 4.
“Ini peningkatan yang sangat baik. Selain menjaga stabilitas harga, program ini juga membantu meringankan beban masyarakat dan memperkuat ketahanan pangan,” jelasnya.
Wali Kota menambahkan, program bantuan pangan juga berkontribusi dalam menjaga inflasi serta memastikan masyarakat tetap mampu memenuhi kebutuhan dasar di tengah berbagai tantangan ekonomi.
Menutup sambutannya, ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus memperkuat kebersamaan dan semangat gotong royong dalam membangun Kota Kupang ke depan.
“Kalau kita mau berjalan cepat, kita bisa berjalan sendiri. Tapi kalau kita ingin berjalan jauh, kita harus berjalan bersama-sama. Dengan kebersamaan, kita bisa membangun Kota Kupang yang lebih kuat dan berkelanjutan,” pungkasnya. (MI)
