Kupang,nwartapedia.com — Pemerintah Kota Kupang melalui Dinas Pertanian terus mendorong optimalisasi Urban Farming sebagai solusi pemenuhan pangan sehat dan peningkatan gizi keluarga.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan pembagian benih hortikultura, pupuk bokashi, polibag, serta obat-obatan pertanian kepada 39 anak stunting dan orang tua di empat kecamatan pada Rabu, 3 Desember 2025.
Kegiatan ini menjadi bagian dari program Pemanfaatan Lahan Pekarangan/Urban Farming, yang diyakini mampu menjawab tantangan ketersediaan pangan di perkotaan sekaligus memperbaiki gizi anak-anak di Kota Kupang.
Bantuan Diberikan untuk 10 Kelurahan di Empat Kecamatan
Adapun sebaran penerima bantuan adalah sebagai berikut Kecamatan Oebobo: 17 anak, Kecamatan Kelapa Lima: 12 anak, Kecamatan Kota Lama: 3 anak dan Kecamatan Kota Raja: 7 anak.
Total 10 kelurahan dilibatkan dalam program ini, menjadikannya salah satu intervensi Urban Farming terbesar yang dilaksanakan Dinas Pertanian sepanjang tahun.
Bantuan diserahkan langsung oleh Kepala Dinas Pertanian, Bapak Matheus A. B. Da Costa, S.Sos., M.Si, didampingi oleh Plt. Camat Oebobo, Lurah Pasir Panjang, Lurah Oebobo, dan Sekcam Oebobo. Hadirnya jajaran pemerintah ini menunjukkan dukungan penuh terhadap akselerasi Urban Farming di tingkat rumah tangga.
Urban Farming sebagai Jalan Baru Pangan Sehat di Pekarangan Kota
Kadis Pertanian menegaskan bahwa Urban Farming bukan sekadar tren, tetapi strategi jangka panjang untuk membangun ketahanan pangan di Kota Kupang.
“Dengan memanfaatkan lahan pekarangan, keluarga dapat menanam sayuran bergizi yang dibutuhkan setiap hari. Ini langkah sederhana tetapi berdampak besar dalam pemenuhan gizi, terutama bagi anak-anak yang mengalami stunting,” ujar Matheus Da Costa.
Ia menekankan bahwa keluarga tidak harus memiliki lahan luas. Polibag, planter bag, hingga vertikultur dapat dimanfaatkan untuk menanam berbagai komoditas hortikultura meski di ruang terbatas.
Pemerintah Kota Kupang Berkolaborasi Mendukung Pertanian Kota
Kegiatan ini memperlihatkan sinergi antara pemerintah kota, kecamatan, dan kelurahan dalam memperkuat konsep pertanian perkotaan.
Setiap tingkatan pemerintah mengambil peran aktif agar program Urban Farming dapat berjalan efektif dan menyentuh langsung keluarga yang membutuhkan.
Plt. Camat Oebobo menyampaikan bahwa inisiatif seperti ini tidak hanya membantu keluarga mendapatkan pangan sehat, tetapi juga mendorong budaya baru masyarakat perkotaan untuk menanam dan memproduksi pangan sendiri.
“Urban Farming adalah masa depan. Kupang harus menjadi kota yang mampu menyediakan pangan dari pekarangan warganya sendiri,” jelasnya.
Dampak Jangka Panjang untuk Gizi dan Kemandirian Pangan
Selain penyerahan bantuan, keluarga penerima juga akan memperoleh pendampingan teknis dari penyuluh pertanian mengenai cara menanam, merawat, hingga memanfaatkan hasil panen.
Pendampingan ini penting agar tanaman tidak hanya tumbuh, tetapi benar-benar menjadi sumber pangan sehat bagi keluarga.
Dengan dukungan berkelanjutan, program Urban Farming diharapkan membantu memenuhi gizi anak stunting, meningkatkan kemandirian pangan keluarga, memperkuat ketahanan pangan kota serta mendorong budaya menanam di lingkungan perkotaan.
Dinas Pertanian Kota Kupang berkomitmen menjadikan Urban Farming sebagai gerakan massal yang melibatkan seluruh masyarakat, sehingga Kota Kupang benar-benar dapat berdiri sebagai kota yang sehat, produktif, dan mandiri pangan. (MI/ADV)
