Kupang,nwartapedia.com – Keputusan berani yang diambil oleh Melianus Amnesi, warga Kelurahan Naikolan, Kecamatan Alak, Kota Kupang, telah mengubah hidupnya.
Pria yang pernah bekerja di sebuah hotel di Bali ini memilih mengambil program pensiun muda pada tahun 2020 dan kembali ke kampung halaman untuk mengembangkan warisan keluarga yakni lahan pertanian hortikultura seluas 5 hektare, yang kini telah dioperasikan 2,5 hektare.
“Saya lahir dari keluarga petani, dan lahan ini adalah warisan orang tua yang sudah kami jaga sejak saya kecil. Saya ingin melestarikan dan mengembangkannya agar bisa turun-temurun sampai anak cucu,” ungkap Melianus pada Jumad (28/11/2025).
Keputusannya pulang kampung dipicu oleh kondisi pekerjaan yang semakin sepi di Bali, serta dorongan dari hati untuk kembali kepada akar pertanian yang telah lama ia tinggalkan.
Mulai dari Nol, Belajar Sambil Mengembangkan Kebun
Melianus mengaku tidak memiliki latar belakang sebagai petani profesional. Semua ia pelajari sendiri, baik dari pengalaman, percobaan, maupun sumber pengetahuan digital seperti YouTube dan Google.
“Saya tidak mau hanya dengar kata orang. Saya harus lihat sendiri, alami sendiri, dan belajar langsung. Dari situ saya tahu pupuk apa yang cocok, cara tanam saat musim hujan, sampai cara menghadapi hama,” jelasnya.
Tanaman pertama yang ia coba adalah melon, dan hasilnya langsung memuaskan. Bahkan, pejabat daerah yang pertama melihat hasil panennya sempat terkejut melihat kualitasnya.
“Waktu itu Pak Yes datang dan langsung menelepon saya, bilang hasilnya bagus. Itu yang buat saya tambah semangat,” katanya.
Kini, Melianus tidak hanya menanam melon, tetapi juga tomat, dengan total 4.000 pohon melon tiap musim tanam. Setiap pohon bercabang dua sehingga potensi hasil dapat mencapai hingga 16 ton, tergantung kondisi cuaca dan permintaan pasar.
Memberdayakan Masyarakat Sekitar dan Menciptakan Lapangan Kerja
Usaha yang dijalankan Melianus telah memberikan manfaat luas bagi masyarakat sekitar. Ia mempekerjakan 6 pekerja tetap dan hingga 20 pekerja harian sesuai kebutuhan.
Selain itu, beberapa pemuda yang belajar langsung darinya kini sudah mampu membuka kebun sendiri.
“Saya senang kalau ada anak-anak muda di sini bisa belajar dan mandiri. Saya ajari cara merawat, menyemprot, memupuk, sampai mereka bisa tanam sendiri,” ujarnya.
Pendapatan dari kebun ini bahkan telah membantu membiayai kuliah anaknya hingga semester 1, sementara dua anak lainnya sudah bekerja di Bali.
Investasi Mandiri Tanpa Bantuan Pemerintah
Hingga kini, Melianus mengelola seluruh lahannya secara mandiri. Mulai dari irigasi tetes, pupuk dasar, listrik yang ditarik sejauh 500 meter, hingga pembangunan rumah kecil untuk pekerja dan gudang penyimpanan.
“Saya belum pernah dapat bantuan kelompok. Semua masih 100% mandiri. Tapi kalau ada bantuan yang tepat sasaran, tentu sangat membantu percepatan pengembangan,” katanya.
Ia menekankan bahwa bantuan pemerintah seharusnya diberikan kepada petani yang benar-benar serius, bukan sekadar formalitas semata.
Pasar Terbuka Lebar, Kualitas Jadi Kunci
Untuk pemasaran, Melianus tidak menemui kendala berarti. Produksinya diserap oleh pasar lokal Kupang, distributor besar, hingga beberapa permintaan dari luar daerah.
Keunggulan produknya adalah kesegaran.
“Kalau distributor pesan, buah masih hijau segar, tidak layu karena tidak disimpan lama. Itu yang buat banyak pelanggan tetap datang,” jelasnya.
Harga melon di pasar berkisar antara Rp11.000 – Rp13.000 per kilogram, dan dalam kondisi permintaan tinggi bisa memberikan pendapatan harian yang sangat signifikan bagi kebunnya.
Impian: Pertanian Majukan Pinggiran Kota Kupang
Melianus berharap sektor pertanian bisa menjadi kekuatan besar untuk masyarakat di pinggiran Kota Kupang.
“Saya ingin anak-anak muda di sini tetap maju, gaya hidup boleh seperti kota, tapi peluang kerja dan penghasilannya bisa lebih baik. Jangan sampai karena di pinggiran, mereka merasa tidak punya masa depan,” ungkapnya.
Ia juga menegaskan bahwa kerja keras dan sikap pantang menyerah adalah kunci utama.
“Kerja itu harus sambil berdoa. Kita bantu orang, kita ajari orang, kita berbagi. Dari situ rezeki datang,” tegasnya.
Tentang Melianus Amnesi
- Petani hortikultura, Kelurahan Naikolan, Kecamatan Alak
- Mengelola kebun melon dan tomat 2,5 hektare
- Memberdayakan 6–20 tenaga kerja
- Pensiun dari pekerjaan hotel di Bali tahun 2020
- 100% usaha mandiri tanpa bantuan pemerintah
- Fokus pada kualitas, regenerasi petani, dan pemberdayaan masyarakat. (MI/ADV)
