Kupang,nwartapedia.com – Semangat para pelaku UMKM di Kota Kupang terus menjadi pendorong tumbuhnya geliat ekonomi daerah. Salah satunya datang dari Santri Afrian Kika, pemilik Grai Buah ARB Alak, yang telah lama bergabung dan aktif mengikuti berbagai event UMKM kota, termasuk kegiatan yang diselenggarakan pemerintah dan komunitas lokal.
Santri bercerita bahwa dirinya sudah terlibat sejak awal sebuah komunitas UMKM berdiri. Selain aktif berjualan di berbagai event, ia juga mengelola toko buah di Kecamatan Alak.
Namun, kondisi ekonomi yang menantang membuat dirinya dan keluarga tidak hanya mengandalkan penjualan offline.
“Kalau di toko itu harus dijaga, tapi kita tidak bisa hanya offline saja. Kita harus jemput bola. Sekarang ekonomi lagi susah, jadi kita ikuti semua event agar bisa bertemu pembeli baru,” ungkapnya di Arena Car Free Day pada Sabtu (29/11/2015).
Jemput Bola Demi Bertahan di Tengah Ekonomi Sulit
Santri menjelaskan bahwa meski harga buah sebenarnya murah, persaingan dan daya beli masyarakat menurun membuat mereka harus lebih kreatif.
Karena itu, keluarga besarnya terlibat langsung: 6 karyawan menjaga toko, sementara ia dan suami turun langsung ke lapangan mengikuti setiap event, termasuk Saboak, CFD, pasar malam, hingga agenda kuliner kota.
“Kadang ada masalah operasional, tapi kita tetap cari solusi. Tidak boleh hanya mengeluh. Yang penting tetap bergerak,” katanya.
Menurutnya, hasil penjualan di event jauh lebih cepat terlihat dibandingkan hanya mengandalkan toko.
“Di event seperti ini bekerja beberapa jam bisa menghasilkan setara dua sampai tiga hari di toko. Makanya walaupun capek, kita tidak akan melepaskan kesempatan,” ujarnya.
Event Pemerintah Kota Kupang Sangat Membantu UMKM
Santri juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Kupang yang dinilai sangat peduli terhadap pertumbuhan UMKM.
Banyak event yang disediakan tanpa pungutan biaya sepeser pun, bahkan fasilitas seperti listrik ditanggung pemerintah.
“Saya pernah berkomunikasi dengan ketua panitia Saboak. Kami UMKM dibantu listriknya oleh pemerintah, artis juga sering didatangkan. Itu sangat membantu. Event seperti ini bisa membuat viral, bisa menghidupkan anak-anak muda juga,” tuturnya.
Ia menambahkan bahwa kelompok UMKM di Saboak memiliki tiga grup. Santri berada di Grup 3, dengan jadwal event setiap tiga minggu sekali, dan akan kembali tampil dua minggu berikutnya sesuai rotasi.
“Awalnya sangat ramai, dan sampai sekarang pun pengunjung tetap banyak. Saya tetap berpikir positif dan tetap semangat untuk berjualan di sini,” katanya dengan optimisme.
UCAPAN TERIMA KASIH UNTUK PEMKOT KUPANG
Meski tantangan selalu ada mulai dari cuaca, keramaian yang naik turun, hingga tenaga yang terkuras Santri merasa bersyukur karena wadah UMKM di Kota Kupang memberi harapan besar.
“Mau sepi ataupun ramai, kami tetap berterima kasih karena sudah dikasih tempat gratis. Tidak lucu kalau kita mengeluh padahal kita sudah diberi kesempatan. Terima kasih kepada Bapak Wali Kota Kupang yang sudah mendukung kami sejauh ini,” ujarnya menutup wawancara. (MI/ADV)
