Kupang,nwartapedia.com — Dinas Pertanian Kota Kupang melalui Bidang Hortikultura kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung program penanganan stunting di wilayah Kota Kupang. Pada hari Jumat, 28 November 2025, telah dilaksanakan Pelatihan Metode YUMINA (Sayur, Ikan, dan Buah di Pekarangan) bagi 15 anak/orang tua di Kelurahan Oesapa.
Kegiatan ini dirancang untuk memberikan edukasi praktis kepada masyarakat mengenai pemanfaatan pekarangan rumah sebagai sumber pangan bergizi, khususnya sayuran dan ikan yang dapat mendukung kebutuhan gizi keluarga.
Pelatihan tersebut dihadiri langsung oleh Kepala Dinas Pertanian Kota Kupang, Matheus A. B. H. da Costa, S.Sos., M.Si, bersama Lurah Oesapa, yang sekaligus melakukan penyerahan paket bantuan hortikultura kepada para peserta.
Paket tersebut meliputi benih sayur kangkung, benih sayur sawi, benih ikan lele, pakan ikan lele, serta berbagai peralatan penunjang lainnya.
Dalam sambutannya, Kadis Pertanian Kota Kupang, Matheus A. B. H. da Costa, S.Sos., M.Si, menegaskan bahwa pengembangan ketahanan pangan keluarga menjadi salah satu intervensi penting dalam memerangi stunting.
Metode YUMINA dinilai cocok diterapkan di lingkungan permukiman perkotaan karena mudah, murah, dan hasilnya cepat dirasakan masyarakat.
“Melalui YUMINA, kita ingin memberdayakan keluarga agar mampu menyediakan pangan bergizi dari pekarangan sendiri. Ini bukan hanya program pertanian, tetapi juga upaya nyata untuk menjaga kesehatan anak-anak kita,” ujar Kadis Pertanian.
Lurah Oesapa turut memberikan apresiasi atas dukungan Dinas Pertanian, serta mengajak warga untuk benar-benar memanfaatkan ilmu dan bantuan yang telah diberikan.
Kegiatan diakhiri dengan sesi praktik langsung penanaman sayur dan pengelolaan kolam lele skala rumah tangga, yang disambut antusias oleh para peserta.
Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kota Kupang berharap agar upaya penanganan stunting dapat berjalan lebih efektif dan berkelanjutan melalui pemanfaatan sumber daya lokal yang ada di lingkungan masyarakat. (MI)
