Kupang,nwartapedia.com — Kehadiran Sunday Market Buat Orang Kupang (SABOAK) di Taman Nostalgia kini mendapat sorotan positif dari berbagai kalangan nasional.
Salah satunya datang dari Pakar Ekonomi Politik Nasional, Ferdy Hasiman, yang menilai SABOAK merupakan inovasi ekonomi daerah yang berhasil memberi dampak nyata terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat Kota Kupang.
Menurut Ferdy Hasiman, SABOAK bukan sekadar ajang ekonomi kreatif, melainkan langkah strategis pemerintah kota dalam membangun fondasi ekonomi kerakyatan.
Ia menyebut program ini sebagai “pekerjaan dan sentuhan luar biasa” dari Wali Kota Kupang dan seluruh jajaran pemerintahannya.
“Ini pekerjaan dan sentuhan luar biasa dari Pak Wali dan jajaran untuk menaikkan ekonomi kelas bawah di Kota Kupang,” ujar Ferdy Hasiman, Sabtu (1/11).
Ferdy menilai, SABOAK telah menjadi magnet baru yang mampu menarik ribuan pengunjung setiap akhir pekan. Fenomena ini menciptakan multiplier effect yang kuat terhadap perputaran ekonomi lokal.
“SABOAK ini magnet yang mendatangkan banyak manusia. Ledakan pengunjung yang besar mendorong naiknya konsumsi masyarakat, memperkuat daya beli, dan efek lanjutannya sangat besar,” jelasnya.
Lebih jauh, Ferdy menambahkan bahwa peningkatan pendapatan UMKM yang terlibat dalam SABOAK tidak hanya berdampak pada sektor perdagangan, tetapi juga pada kesejahteraan keluarga pelaku usaha.
“UMKM yang punya pendapatan lebih bisa menabung, menyekolahkan anaknya, dan menyiapkan biaya kesehatan dengan lebih mudah jika jatuh sakit,” ungkapnya.
Menurut Ferdy, langkah Pemerintah Kota Kupang di bawah kepemimpinan Wali Kota saat ini patut diapresiasi karena memiliki arah yang jelas dan efektif.
Ia menyebut strategi ini menunjukkan pemahaman mendalam terhadap struktur ekonomi lokal.
“SABOAK sengaja diciptakan untuk menumbuhkan ekonomi Kota Kupang. Pak Wali bergerak efektif, cerdas, dan paham betul dari mana ekonomi Kota Kupang harus tumbuh,” tutup Ferdy.
Kini, SABOAK di Taman Nostalgia telah menjelma menjadi ruang ekonomi kreatif kebanggaan warga Kupang.
Setiap Sabtu dan Minggu, ratusan UMKM lokal hadir menawarkan produk unggulan mereka, menciptakan denyut ekonomi baru yang inklusif dan berkelanjutan bagi seluruh lapisan masyarakat. (MI/ADV)
