Kupang, nwartapedia.com — Kehadiran SABOAK (Sabtu Bareng Orang Kreatif) di Kota Kupang menjadi angin segar bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang ingin memperluas pasar sekaligus memperkenalkan produk kuliner khas daerah.
Berlokasi di Taman Nostalgia Kupang, kegiatan yang rutin digelar ini berhasil menciptakan ruang ekonomi kreatif baru sekaligus mempererat interaksi sosial warga kota.
Setiap akhir pekan, Taman Nostalgia disulap menjadi pusat kuliner dan hiburan keluarga. Deretan stan yang tertata rapi menampilkan beragam produk UMKM, mulai dari makanan tradisional, minuman segar, hingga kuliner modern kekinian yang menggugah selera.
Dua di antara pelaku UMKM yang ikut meramaikan acara ini adalah Wisata Sri Hadiah, penjual Lumpia Beef, dan Indrawati, pemilik usaha Kebab Chicken.
Keduanya menjadi contoh nyata bagaimana SABOAK mampu membuka peluang baru dan memperkuat semangat wirausaha masyarakat Kota Kupang.
Lumpia Beef, Cita Rasa Lokal yang Menembus Pasar Modern
Wisata Sri Hadiah telah berjualan di Kota Kupang selama tiga tahun. Baginya, SABOAK bukan sekadar tempat berjualan, tetapi juga wadah untuk belajar, berjejaring, dan berkembang bersama pelaku usaha lainnya.
“Saya bergabung di SABOAK pada minggu kedua. Waktu pengunjung ramai, penjualan juga lumayan. Sekarang memang agak menurun, tapi kegiatan ini tetap sangat membantu UMKM seperti kami,” ujarnya saat ditemui di lapak jualan, Sabtu (1/11/2025).
Sri Hadiah juga memberikan apresiasi terhadap dukungan Pemerintah Kota Kupang yang terus memberi ruang bagi pelaku usaha kecil untuk tumbuh.
“Wali Kota sekarang masih muda, banyak ide dan gebrakan baru. Dulu tempat ini sepi dan gelap, sekarang jadi ramai dan hidup. Kami senang bisa ikut berjualan di sini karena bisa menambah penghasilan, sekaligus menambah semangat,” tambahnya.
Kebab Chicken: Dari Rumah ke Taman Nostalgia
Cerita inspiratif juga datang dari Indrawati, pelaku UMKM Kebab Chicken. Ia bergabung sejak minggu kedua SABOAK dibuka dan langsung merasakan dampak positif terhadap penjualannya.
“Pertama kali ikut, saya jualan kebab dan burger lele. Satu hari bisa habis sampai 200 porsi. Dulu harganya Rp15.000, sekarang Rp20.000 karena bahan naik. Tapi alhamdulillah, masih banyak pelanggan yang suka,” tuturnya.
Pada hari pertama berjualan di SABOAK, Indrawati pernah mencatat omzet hingga Rp6 juta. Meski kini pengunjung tidak seramai awal pembukaan, ia tetap optimis dan berharap kegiatan ini bisa digelar lebih sering.
“Kalau bisa UMKM jualan tiap minggu, bukan tiga minggu sekali. Banyak pelanggan yang tanya kenapa kami tidak jualan setiap minggu,” tambahnya sambil tersenyum.
SABOAK Dorong Pertumbuhan Ekonomi Kreatif Kupang
Kehadiran SABOAK menjadi bukti nyata bahwa kolaborasi antara pemerintah, pelaku UMKM, dan masyarakat dapat menciptakan dampak ekonomi yang luas.
Selain meningkatkan pendapatan pelaku usaha, kegiatan ini juga menjadikan Taman Nostalgia Kupang sebagai destinasi kuliner baru yang semakin hidup dan menarik bagi wisatawan lokal.
“Kegiatan ini tidak hanya membantu kami mencari rezeki, tapi juga mempererat hubungan antarpenjual dan membuat suasana Kota Kupang lebih hidup,” ungkap Sri Hadiah.
Dengan dukungan penuh dari Pemerintah Kota Kupang, kegiatan SABOAK diharapkan terus berlanjut dan berkembang. Melalui ruang kreatif seperti ini, semangat UMKM lokal akan semakin kokoh, menghadirkan cita rasa khas Kupang ke tengah masyarakat, sekaligus memperkuat perekonomian daerah.
(MI/ADV)

