Kupang, nwartapedia.com — Larissa Aesthetic Center, salah satu perusahaan kecantikan ternama nasional yang berbasis di Jakarta, menunjukkan kepedulian sosialnya di luar sektor bisnis utama. Melalui kerja sama strategis dengan Paroki Santo Fransiskus dari Assisi Kolhua dan Stasi Bello, Larissa turut memfasilitasi peluncuran dua Taman Bacaan Masyarakat (TBM) di Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur, Selasa (5/8/2025).
Dua TBM tersebut, yakni TBM Asisi Kolhua dan TBM Santo Yoseph Bello, diresmikan dalam seremoni meriah yang digelar di Aula Gereja Katolik St. Fransiskus dari Assisi Kolhua.
Acara ini dihadiri oleh tokoh agama, perwakilan pemerintah, penggiat literasi, dan manajemen Larissa Aesthetic Center.
Langkah Larissa di Kupang bukan sekadar promosi merek, melainkan wujud nyata tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) yang menyasar langsung kebutuhan masyarakat, khususnya di bidang pendidikan dan literasi.
“Sebagai brand yang tumbuh bersama masyarakat, Larissa tidak hanya peduli pada kecantikan luar, tapi juga pembangunan karakter dan kualitas hidup masyarakat. Literasi adalah fondasi penting untuk kemajuan bangsa,” ujar Sutedjo, perwakilan Larissa Aesthetic Center, dalam sambutannya.
Dikenal sebagai pelopor layanan estetika berbasis herbal dengan pendekatan medis, Larissa kini tampil sebagai perusahaan modern yang inklusif dan progresif. Komitmen mereka untuk mendukung taman baca ini mencerminkan perluasan visi bisnis yang holistik menggabungkan estetika, kesehatan, dan pembangunan sosial.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang, Drs. Dumuliahi Djami, M.Si, turut memberikan apresiasi atas dukungan sektor swasta dalam gerakan literasi.
“Keterlibatan Larissa adalah contoh nyata sinergi dunia usaha dengan pemerintah dan gereja dalam menciptakan ekosistem literasi yang hidup dan berkelanjutan,” ungkapnya.
Senada dengan itu, Ketua Forum TBM NTT, Polikarpus Do, menegaskan bahwa kehadiran dua TBM ini bukan sekadar menambah fasilitas, tapi membangun ekosistem literasi baru.
“Larissa telah menunjukkan bahwa bisnis pun bisa menjadi bagian dari gerakan literasi yang berkelanjutan,” ujarnya.
Dengan lebih dari 50 cabang di seluruh Indonesia, Larissa Aesthetic Center kini terus memperluas pengaruhnya—bukan hanya dalam layanan kecantikan, tetapi juga dalam menciptakan nilai sosial di berbagai daerah yang membutuhkan. (Goe)
