Larantuka,nwartapedia.com – Seorang penyintas erupsi Gunung Lewotobi di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), dilaporkan meninggal dunia di lokasi pengungsian pada Jumat, 18 Juli 2025, sekitar pukul 11.00 WITA.
Korban, Yohanes Bana Tobi, pria lanjut usia berusia 78 tahun, mengembuskan napas terakhir di Posko Lapangan (Poslap) Desa Konga, Kecamatan Titehena.
Almarhum merupakan warga Desa Nawakote, Kecamatan Wulanggitang, yang mengungsi ke Poslap Konga bersama warga lainnya sejak letusan Gunung Lewotobi Laki-laki pada 17 Juni 2025 lalu.
Kabar duka ini dikonfirmasi langsung oleh Kepala Desa Konga, Aloysius S. Kung, SH.
“Beliau memang sudah dalam kondisi kesehatan yang lemah sejak tiba di posko. Faktor usia dan tekanan psikologis di tengah situasi darurat membuat kondisi beliau terus menurun. Tim medis sudah memberikan perawatan awal, namun tidak banyak yang bisa dilakukan karena kondisi beliau yang sudah sangat renta,” ujar Aloysius saat dihubungi dari Kupang, Jumat malam (18/7).
Menurut Aloysius, Yohanes mengalami sejumlah keluhan kesehatan seperti lemas berkepanjangan dan kesulitan makan.
Ia dinyatakan meninggal dunia karena sakit tua. Jenazah almarhum malam ini masih disemayamkan di tenda darurat Poslap Konga dan rencananya akan diberangkatkan ke kampung halamannya di Bawalatang, Kecamatan Wulanggitang, pada Sabtu pagi (19/7) untuk dimakamkan secara layak bersama keluarga.
Usai kabar duka menyebar, suasana haru menyelimuti lingkungan pengungsian. Para penyintas, relawan, tokoh masyarakat, dan aparat desa langsung menggelar doa bersama sebagai bentuk penghormatan terakhir terhadap almarhum.
“Kami semua sangat berduka. Bapak Yohanes adalah sesepuh yang harus mengakhiri hidupnya jauh dari rumah sendiri karena bencana. Kami telah berupaya memberi kenyamanan dan perhatian selama beliau tinggal di pengungsian,” tambah Aloysius.
Salah satu relawan Dapur Umum Desk Gizi, Marselus S. Herin, turut membenarkan kabar duka tersebut dan menyampaikan belasungkawa mewakili tim relawan.
“Informasi itu benar, beliau meninggal tadi siang. Saat ini kami sedang mendampingi keluarga dan masyarakat untuk doa bersama,” ujarnya singkat.
Gunung Lewotobi Laki-laki yang terletak di wilayah Kabupaten Flores Timur mengalami letusan besar pada pertengahan Juni 2025. Ribuan warga dari sejumlah desa di Kecamatan Wulanggitang, Titehena, Ile Bura, dan sekitarnya dievakuasi ke titik-titik pengungsian, termasuk Poslap Desa Konga.
Hingga kini, penanganan darurat masih terus berlangsung dengan dukungan dari pemerintah daerah, relawan kemanusiaan, dan lembaga sosial lainnya. Namun kondisi di sejumlah posko masih menghadapi berbagai tantangan, terutama dalam pemenuhan kebutuhan dasar warga.
Menurut Kepala Desa Konga, meski situasi di Poslap umumnya berjalan aman dan terkendali, namun ada keluhan dari para guru dan orangtua terkait kegiatan belajar-mengajar anak-anak usia sekolah yang masih berlangsung di tenda-tenda darurat.
“Ini menjadi perhatian serius kami. Anak-anak masih mengikuti KBM di bawah tenda seadanya. Kita berharap ada intervensi segera dari pihak terkait, baik untuk penyediaan ruang belajar darurat maupun pendampingan psikososial bagi anak-anak,” jelas Aloysius.
“Semoga kejadian ini menjadi pengingat bagi semua pihak agar penanganan bencana betul-betul mengedepankan aspek kemanusiaan, khususnya perlindungan terhadap lansia, anak-anak, dan penyandang disabilitas,” pungkasnya.(goe)

