Lewoleba, nwartapedia.com — “Hatiku bersuka ria dalam Allah Penyelamatku.” Ungkapan penuh syukur ini menjadi motto yang terus mengiringi langkah Sr. Marieta Ose Melburan, SSpS, selama 25 tahun mengabdikan diri dalam hidup membiara.
Kamis (10/7), Aula SMA Frateran Don Bosco Lamahora, Lewoleba, Kabupaten Lembata, dipenuhi suasana syukur dan haru saat keluarga besar, para suster SSpS, imam, sahabat, dan tamu undangan berkumpul untuk merayakan Syukur Perak atas 25 tahun pengabdiannya.
Perayaan dimulai dengan Misa Syukur yang dipimpin oleh Rm. Antonius Prakum Keraf, Pr, dengan homili yang menyentuh hati dari Pater Leo Kleden, SVD. Dalam sambutannya, Sr. Marieta mengungkapkan bahwa perjalanan panggilannya penuh dengan tantangan namun selalu disertai kasih Allah.
“Jalan Tuhan dalam hidup saya sungguh luar biasa, meskipun seringkali harus saya lalui lewat jalan salib. Namun justru di tengah penderitaan itu saya menemukan kasih-Nya yang nyata. Karena itu, hati saya penuh sukacita dan syukur,” ujarnya.
“Terima kasih untuk semua doa, kasih, dan dukungan yang saya terima sepanjang perjalanan ini. Semua itulah yang menguatkan saya untuk terus setia di jalan panggilan,” tambahnya dengan penuh haru.
Jejak Perjalanan Hidup dan Panggilan
Sr. Marieta lahir di Mulankera, Kecamatan Aradei, pada 15 Juli 1977 sebagai anak sulung dari enam bersaudara, buah hati pasangan mendiang Antonius Gigo dan Martina Buka Keraf.
Menyelesaikan pendidikan dasar di SDK Atawolo (1983–1989), SMPK St. Pius X Lewoleba (1989–1992), dan SMA Negeri Lewoleba (1992–1995), ia kemudian melanjutkan pendidikan keperawatan di Tarlac, Filipina Utara (2008–2012) dan meraih gelar Filsafat dari Universitas Katolik Widya Mandira Kupang (2018–2021).
Panggilan hidup membiaranya dimulai pada 1995 sebagai aspiran di Komunitas SSpS St. Gabriel Kewapante, lalu postulat dan novisiat di Hokeng (1996–1999). Kaul pertama diucapkan pada 8 Desember 1999 di Hokeng dan kaul kekal pada 6 Juli 2006 di Ruteng.
Selama 25 tahun pengabdiannya, Sr. Marieta telah melayani di berbagai tempat: Filipina Utara, RS Lourdes Manila, komunitas asli Mangyan, Asrama Cancar untuk penyandang disabilitas, serta memegang berbagai tugas strategis di kongregasi, termasuk sebagai anggota tim Komunikasi Kongregasi SSpS di Roma (2022–2025).
Setelah menyelesaikan tugas internasionalnya di Roma, ia akan kembali berkarya di Provinsi Flores Barat, Ruteng.
Di akhir kesaksiannya, Sr. Marieta kembali menyampaikan rasa terima kasih mendalam kepada semua pihak yang telah menjadi bagian dari perjalanan panggilannya.
“Begitu banyak orang telah memberi saya kekuatan: keluarga, para suster, sahabat, para guru, para pastor, juga mereka yang telah mendahului saya di surga. Semoga kasih Tuhan yang saya alami juga dirasakan oleh banyak orang melalui pelayanan saya,” ucapnya dengan penuh syukur.
Perayaan ini bukan hanya menjadi tanda kesetiaan Sr. Marieta, tetapi juga undangan bagi semua yang hadir untuk percaya bahwa dalam jalan panggilan, Tuhan senantiasa hadir dengan cara-Nya yang ajaib. (goe)

