Kupang,nwartapedia.com – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang melakukan monitoring ke sejumlah sekolah dasar pada pekan pertama masuk sekolah, Senin (8/7/2024).
Kegiatan ini bertujuan memastikan kelancaran proses pembelajaran dan kesiapan pelaksanaan kegiatan di awal tahun ajaran baru 2024/2025.
Pemantauan difokuskan pada kesiapan sarana dan prasarana, kehadiran guru, serta kelengkapan administrasi pendukung kegiatan belajar mengajar.
Salah satu sekolah yang dipantau adalah SD Negeri 2 Oeba dan SD Negeri Labat. Di sela kunjungan, staf ASN Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang, Goris Takene, menyampaikan bahwa pemantauan lapangan penting dilakukan agar potensi kendala bisa segera diidentifikasi dan diatasi sejak dini.
“Dengan monitoring langsung, dinas dapat mengetahui jika ada hambatan seperti kekurangan fasilitas, kendala administrasi, atau hal-hal lain yang bisa mengganggu proses belajar. Ini menjadi langkah awal dalam memperkuat kualitas layanan pendidikan,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa hasil monitoring akan digunakan sebagai bahan evaluasi untuk memberikan dukungan yang sesuai, termasuk penyediaan media pembelajaran dan metode pengajaran yang lebih tepat sasaran.
Kepala SDN 2 Oeba, Yusak Amung, menyambut baik kegiatan monitoring tersebut. Menurutnya, kehadiran langsung tim dari dinas sangat membantu sekolah dalam menyelesaikan berbagai persoalan di awal tahun ajaran.
“Kami merasa terbantu karena dinas bisa melihat langsung kondisi di lapangan. Dengan segala kegiatan di awal tahun bisa diawasi agar sesuai panduan, menghindari praktik-praktik yang tidak mendidik, dan tetap mengedepankan prinsip edukatif,” katanya.
Tahun ini, SDN 2 Oeba menerima 44 siswa baru untuk kelas I. Yusak menyebut, latar belakang siswa sangat beragam, dengan kondisi sosial yang menantang, termasuk orang tua yang bercerai (broken home).
“Karakter siswa sangat beragam, dan guru di sini harus memiliki kesabaran serta keterampilan lebih dalam membina mereka,” ujar Yusak.
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang berencana melanjutkan monitoring ke sekolah-sekolah lain hingga seluruh satuan pendidikan dinyatakan siap, dan proses pembelajaran berjalan optimal sepanjang tahun ajaran. (rilis Disdikbud)

