Yogyakarta,nwartapedia.com — SMA Katolik Giovanni Kupang kembali menorehkan prestasi membanggakan dengan menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) kerja sama dengan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Gadjah Mada (UGM).
Penandatanganan berlangsung di Auditorium FMIPA UGM dalam rangkaian kegiatan International Workshop for Educators: Deep Learning Workshop, Creating Mindful, Meaningful, and Joyful Learning.
Kepala SMAK Giovanni Kupang, Romo Drs. Stefanus Mau, Pr, hadir langsung untuk menandatangani MoU tersebut bersama Dekan FMIPA UGM, Prof. Dr. Eng. Kuwat Triyana, M.Si, serta dua kepala sekolah lainnya yang mewakili 69 sekolah mitra terpilih dari seluruh Indonesia.
Acara ini turut dihadiri oleh Dekan Fakultas Biologi, Dekan Fakultas Geografi, sejumlah petinggi UGM, perwakilan lembaga mitra, dan lebih dari 300 guru dari sekolah mitra UGM.
Dalam sambutannya, Romo Stefanus menyampaikan rasa syukur dan bangga karena SMAK Giovanni menjadi satu-satunya sekolah di Nusa Tenggara Timur (NTT) yang mendapat kesempatan emas ini
. “Kerja sama ini merupakan pintu gerbang untuk peningkatan mutu lembaga secara universal, sekaligus mempersiapkan lulusan SMAK Giovanni untuk berkolaborasi dengan UGM dan universitas mitra di Taiwan,” ujarnya.
Kerja sama ini memungkinkan para lulusan SMAK Giovanni yang melanjutkan studi di UGM melalui International Undergraduate Program (IUP) untuk mengikuti program dual degree.
Melalui program ini, mahasiswa menempuh dua tahun kuliah di UGM dan dua tahun di universitas mitra di Taiwan, dan akan mendapatkan dua ijazah dari kedua universitas.
Bahkan, bagi yang melanjutkan studi hingga lima tahun, terbuka peluang untuk langsung menempuh program doktoral dengan dukungan beasiswa.
Selain penandatanganan MoU, workshop internasional ini juga menghadirkan pembicara ternama, seperti Direktur IUP FMIPA UGM Arif Misbabul, MBM, Prof. Kuwat Triyana, dan Prof. Yu Wen Chen dari Da Yeh University, Taiwan.
Romo Stefanus menegaskan bahwa pihak sekolah akan segera menindaklanjuti MoU ini dengan sosialisasi kepada siswa dan orang tua, serta mempersiapkan seluruh sumber daya yang dibutuhkan.
“Dari Kupang untuk Indonesia. Giovanni Maju, MIPA Unggul, Indonesia Hebat,” pungkas Romo Stefanus penuh semangat. ***

