Kupang,nwartapedia.com — Pemerintah Kota Kupang berkolaborasi dengan komunitas Beta Bersih menggelar Lomba Kebersihan Tingkat Kota Kupang 2025. Ajang yang diikuti 51 kelurahan ini diharapkan tidak hanya memupuk semangat kompetisi, tetapi juga menumbuhkan budaya bersih dan tanggung jawab bersama dalam menjaga lingkungan kota.
Kepala Bidang Tata Lingkungan DLHK Kota Kupang, Hijayas Uthan Mode dalam konferensi pers di Kupang pada Sabtu tanggal 12 Juli 2925, mengatakan lomba ini merupakan kelanjutan program “Kupang Bersinar” yang sukses digelar Mei lalu bersama Pemerintah Kota Kuoang dengan melibatkan ribuan warga, ASN, pelajar, dan relawan dalam aksi bersih-bersih massal.
“Harapannya kegiatan ini bukan sekadar lomba, tetapi menjadi kebiasaan baru, budaya baru, bagi masyarakat untuk mencintai dan menjaga lingkungan yang bersih,” ujarnya.
“Kami juga sangat mengapresiasi dukungan komunitas Beta Bersih yang turut berkontribusi dalam kegiatan ini.”tambahnya.
Lomba ini resmi diluncurkan pada 22 Mei 2025, dan sejak itu tim penilai sudah turun ke lapangan untuk memantau kondisi kebersihan kelurahan-kelurahan peserta.
Penilaian berlangsung hingga 14 Agustus dan pemenang akan diumumkan pada 17 Agustus 2025, bertepatan dengan peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia.
Guna memacu motivasi peserta, panitia menyiapkan total hadiah uang tunaisebesar Rp220 juta.
Pemerintah Kota Kupang menyediakan hadiah utama sebesar Rp120 juta, dengan pembagian sebagai berikut: Juara 1: Rp35 juta, Juara 2: Rp30 juta, Juara 3: Rp25 juta, Harapan 1: Rp15 juta, Harapan 2: Rp10 juta dan Harapan 3: Rp5 juta.
Selain itu, komunitas Beta Bersih menambahkan bonus senilai Rp100 juta, yang akan diberikan kepada enam pemenang, dengan rincian Juara 1: Rp30 juta, Juara 2: Rp25 juta, Juara 3: Rp20 juta, Harapan 1: Rp10 juta, Harapan 2: Rp8,5 juta, Harapan 3: Rp6,5 juta
Tak hanya hadiah tunai, Pemerintah Kota juga menjanjikan pagu indikatif sebesar Rp1 miliar, yang dialokasikan melalui APBD untuk mendukung program pembangunan kelurahan terbaik, seperti peningkatan infrastruktur dan fasilitas publik.
Hinayas Uthan Mode berharap kegiatan ini menjadi langkah nyata menuju perubahan perilaku masyarakat, dari yang sebelumnya pasif menjadi proaktif dalam menjaga kebersihan lingkungan.
“Kami ingin Kupang dikenal sebagai kota yang bersih, nyaman, dan membanggakan. Itu hanya bisa tercapai kalau semua pihak bergerak bersama, dari warga, RT, RW, sampai kelurahan,” tuturnya.
Perwakilan komunitas Beta Bersih, Paulus Irsan Dardana yang didampingi oleh Sekretaris komunitas, Fransiscus X.E. Lie menekankan bahwa menjaga kebersihan kota bukan hanya tugas pemerintah, melainkan juga tanggung jawab seluruh warga.
“Kami ingin menanamkan kesadaran bahwa kebersihan dimulai dari rumah masing-masing. Siapa pun yang menghasilkan sampah, dia juga yang bertanggung jawab untuk mengelolanya, dan lomba ini hanya pemicu. Tujuan utamanya adalah membangun kesadaran kolektif bahwa lingkungan yang bersih adalah milik bbersama,”jelasnya.
Paulus juga menyampaikan bahwa bonus Rp100 juta yang disediakan komunitas berasal dari donasi para anggota yang peduli pada kebersihan kota.
“Ini cara kami ikut ambil bagian, memberi semangat, dan mengajak masyarakat untuk bersama-sama mencintai kota ini,” tambahnya
Ia juga berharap bahwa kesadaran menjaga lingkungan tidak boleh berhenti hanya saat lomba berlangsung, tetapi harus terus berlanjut sebagai bagian dari gaya hidup sehari-hari.
“Kami berharap kesadaran masyarakat terus tumbuh bukan karena lomba, tetapi merasa bertanggung jawab untuk mewujudkan Kota Kupang yang bersih dan membanggakan,”pungkasnya. (MI)

