Kupang,nwartapedia.com — Pakar politik Universitas Muhammadiyah Kupang, Dr. Ahmad Atang, menilai bahwa dalam 100 hari masa kerja pertama, Wali Kota Kupang dr. Christian Widodo dan Wakil Wali Kota Serena Francis telah menunjukkan konsolidasi kepemimpinan yang baik dan diterima secara positif oleh publik.
Dalam keterangannya kepada media ini, Minggu (1/6), Dr. Ahmad Atang menyebut bahwa langkah awal kedua pemimpin muda ini merupakan starting point yang penting dalam membangun kepercayaan publik.
“Dua figur anak muda ini sempat diragukan kapasitasnya dalam memimpin kota multikultur seperti Kupang. Namun, geliat 100 hari kerja mereka justru menunjukkan komitmen kuat untuk perubahan,” ujarnya.
Beberapa program prioritas seperti penanganan sampah, perbaikan infrastruktur, pemberdayaan UMKM, hingga penataan birokrasi menjadi indikator awal keseriusan dan arah kebijakan mereka ke depan.
Lebih lanjut, Dr. Atang menyoroti enam karakteristik kepemimpinan yang menonjol dari Wali Kota dan Wakil Wali Kota Kupang:
1. Kemampuan Komunikasi Publik yang Baik. Keduanya mampu membangun komunikasi yang efektif dengan publik, terlihat dari gerakan masif seperti “Kupang Bersih” yang melibatkan banyak elemen masyarakat.
2. Kemampuan Relasi Sosial yang Kuat.
Gaya kepemimpinan mereka bersifat merakyat dan inklusif. “Mereka tidak membangun sekat, justru turun langsung dan berbaur dengan semua kalangan,” kata Dr. Atang.
3. Kesantunan dalam Interaksi Sosial
Meski menjabat sebagai pimpinan daerah, Christian dan Serena tetap menunjukkan keadaban publik, menghormati yang tua, dan menyayangi yang muda, tanpa sikap arogan atau elitis.
4. Kepekaan Sosial yang Tinggi
Respons cepat terhadap masalah sosial menjadi ciri khas keduanya. Mereka aktif hadir dalam berbagai situasi, dari kedukaan hingga kegiatan keagamaan dan sosial kemasyarakatan.
5. Ketegasan dan Kewibawaan
Dalam hal prinsip, keduanya dikenal tegas, namun tetap terbuka untuk berdialog dalam persoalan teknis. Hal ini menunjukkan kematangan dalam mengelola roda pemerintahan.
6. Penampilan yang Rapi dan Adaptif
Di ruang-ruang formal, keduanya tampil elegan dan profesional. Namun, dalam kegiatan informal, mereka tidak ragu tampil sederhana dan membaur, bahkan dengan kaus oblong dan sandal jepit.
Menurut Dr. Ahmad Atang, kombinasi gaya kepemimpinan seperti ini menjadi modal penting bagi Christian Widodo dan Serena Francis untuk melanjutkan kepemimpinan yang inklusif, humanis, dan berorientasi pada pelayanan publik.
“Jika pola ini konsisten dijaga, maka dalam lima tahun ke depan, Kupang akan mengalami transformasi signifikan baik dalam tata kelola pemerintahan maupun pembangunan sosial,” pungkasnya. (MI).

