Kupang,nwartapedia.com — Pengamat Ekonomi dan Politik Nasional, Ferdy Hasiman, memberikan penilaian positif terhadap kinerja 100 hari pertama Wali Kota dan Wakil Wali Kota Kupang.
Dalam pernyataannya kepada media ini pada Sabtu (31/5), Ferdi menyebut kepemimpinan saat ini lebih progresif dibandingkan periode sebelumnya, terutama dalam hal penanganan sampah, reformasi birokrasi, dan percepatan pengangkatan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K).
“Dalam 100 hari pertama, saya melihat langkah-langkah Wali Kota Kupang sangat konkret dan menyentuh kebutuhan dasar masyarakat. Salah satu persoalan krusial yang ditangani dengan serius adalah sampah, yang selama ini menjadi keluhan harian warga. Walaupun belum sepenuhnya tuntas, upaya yang dilakukan sangat nyata dan patut diapresiasi,” ujar Ferdy.
Lebih lanjut, Ferdy menilai langkah Wali Kota dalam mendorong percepatan pengangkatan tenaga P3K sebagai terobosan penting dalam tata kelola pemerintahan.
Kota Kupang, menurutnya, menjadi daerah pertama di Indonesia yang secara resmi mengangkat 1.747 tenaga P3K, melampaui jadwal nasional yang semula direncanakan pada bulan Juni.
“Keberhasilan ini menunjukkan kemampuan lobi dan negosiasi yang luar biasa dengan pemerintah pusat. Di tengah kebutuhan masyarakat akan pekerjaan dan penghasilan, Wali Kota menunjukkan keberpihakan yang nyata dengan mengambil langkah lebih cepat dan tepat,” katanya.
Ferdy juga menyoroti pendekatan kepemimpinan yang humanis dan profesional.
Ia menilai penempatan pejabat struktural di lingkungan Pemerintah Kota Kupang dilakukan secara selektif dan berdasarkan kompetensi, bukan atas dasar kepentingan politik.
“Pak Wali Kota berkomitmen menempatkan birokrat yang profesional dan berorientasi pada pelayanan publik. Ini merupakan fondasi penting dalam menciptakan birokrasi yang bersih dan responsif,” tambahnya.
Koordinasi lintas lembaga juga menjadi perhatian Ferdy. Ia menilai hubungan antara Wali Kota dengan Gubernur Nusa Tenggara Timur serta DPRD Kota Kupang terjalin dengan sangat baik dalam 100 hari terakhir, yang menjadi faktor penunjang stabilitas pemerintahan.
“Hubungan yang harmonis ini menciptakan suasana kondusif dalam pelaksanaan program-program pembangunan. Bahkan, DPRD menunjukkan dukungan penuh karena melihat komitmen dan kedekatan Wali Kota dengan masyarakat,” jelasnya.
Ferdy berharap capaian dalam 100 hari ini menjadi awal dari kerja lima tahun yang konsisten dan berkelanjutan.
Ia juga mengajak masyarakat untuk turut berperan aktif dalam menjaga kebersihan dan ketertiban kota.
“Pemerintah telah membangun sistem, tetapi partisipasi dan kesadaran warga sangat diperlukan, terutama dalam penanganan sampah. Ini adalah tanggung jawab bersama, bukan hanya urusan pemerintah,” pungkasnya. (MI)


