Kupang,nwartapedia.com — Kepercayaan publik terhadap Pemerintah Kota Kupang menunjukkan tren positif berdasarkan hasil survei terbaru yang dipaparkan dalam Forum Advokasi Kebijakan Publik.
Temuan ini disampaikan dalam Diskusi Publik bertema “Kepemimpinan Transformasional Kepala Daerah: Refleksi Kepuasan dan Harapan Masyarakat” yang digelar di Subasuka Resto, Sabtu (6/12/2025).
Survei yang dilakukan oleh tim peneliti FISIP Universitas Nusa Cendana (Undana), Dr. I Putu Yoga Bumi Pradana, S.Sos., M.Sc. dan Dr. Laurens Sairani, menunjukkan bahwa masyarakat menilai Kota Kupang bergerak ke arah yang tepat di bawah kepemimpinan Wali Kota dan Wakil Wali Kota saat ini.
Publik melihat gaya kepemimpinan yang lebih terbuka, responsif, dan aktif hadir dalam berbagai persoalan warga.
Dr. Yoga mengungkapkan bahwa penilaian masyarakat terhadap kepemimpinan daerah relatif tinggi dan menjadi modal penting bagi perubahan Kota Kupang.
“Masyarakat menilai kepemimpinan Wali Kota dan Wakil Wali Kota cukup kuat dan terbuka. Namun, birokrasi harus mampu bergerak seirama agar kualitas layanan publik juga meningkat,” tegasnya.
Ia menambahkan bahwa meskipun kepemimpinan memperoleh nilai tinggi, beberapa aspek kinerja pemerintahan masih membutuhkan percepatan, terutama dalam hal responsivitas, koordinasi antar-OPD, serta konsistensi eksekusi program.
Dalam pemaparan lebih mendalam, Dr. Laurens Sairani menyoroti tiga persoalan utama yang paling memengaruhi tingkat kepuasan masyarakat:
1. Pengelolaan Sampah
Isu sampah disebut sebagai masalah paling sering dikeluhkan sekaligus indikator penting dalam menilai efektivitas pemerintah.
2. Akses Air Bersih
Air bersih masih menjadi persoalan struktural yang perlu ditangani dengan pendekatan lebih sistematis dan berkelanjutan.
3. Kualitas dan Pemerataan Infrastruktur
Mulai dari jalan lingkungan, penerangan, hingga infrastruktur sosial yang belum merata di seluruh wilayah Kota Kupang.
“Jika tiga isu utama ini ditangani secara konsisten, maka persepsi positif masyarakat akan meningkat signifikan,” ujarnya.
Survei juga menemukan adanya peningkatan kesadaran dan kebutuhan masyarakat terhadap layanan publik yang terintegrasi, SOP dan koordinasi antar-OPD yang lebih jelas, layanan kesehatan dan pendidikan yang lebih merata, digitalisasi layanan yang lebih cepat dan program pemberdayaan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja.
Menurut Dr. Laurens, masyarakat kini semakin menilai kinerja pemerintah dari kecepatan layanan, transparansi informasi, dan keterbukaan komunikasi.
Temuan survei menunjukkan bahwa gaya komunikasi Wali Kota yang dianggap lebih terbuka, mudah dijangkau, dan intens turun ke lapangan menjadi faktor kuat meningkatnya rasa percaya publik.
Namun demikian, tim peneliti menegaskan bahwa upaya komunikasi publik perlu diperluas agar informasi pembangunan dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat.
“Kepercayaan publik akan bertahan jika pemerintah menjaga arah pembangunan tetap konsisten dan memperkuat komunikasi dengan warga,” jelas Dr. Laurens.
Tim peneliti FISIP Undana memberikan sejumlah rekomendasi strategis, antara lain modernisasi layanan dasar, terutama air bersih dan pengelolaan sampah, penguatan koordinasi dan integrasi antar-OPD, percepatan digitalisasi layanan publik, sosialisasi program pemerintahan yang lebih massif, penanganan cepat terhadap keluhan-keluhan struktural dan konsistensi arah pembangunan hingga akhir masa jabatan.
“Tahun kedua akan menjadi penentu keberhasilan transformasi Kota Kupang. Fondasi sudah terbentuk di tahun pertama, selanjutnya pemerintah harus berfokus pada percepatan eksekusi,” tutup Dr. Laurens. (MI)
