Kupang, nwartapedia.com — Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur, Johni Asadoma, melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Manggarai pada Jumat (5/12/2025) untuk memantau langsung pelaksanaan Sentra Pemberdayaan Pangan dan Gizi (SPPG) sebagai bagian dari Program Makan Bergizi Gratis (MBG), salah satu program strategis nasional yang tengah berjalan di NTT.
Di SPPG Compang Dalo, Wagub Johni melihat kesiapan sarana, pengelolaan layanan, serta kinerja tenaga pendukung dalam memenuhi kebutuhan penerima manfaat. Kepada seluruh karyawan, ia memberikan apresiasi sekaligus dorongan.
“Selamat semuanya. Layanilah dengan tulus,” ujarnya.
SPPG Compang Dalo saat ini melayani 2.331 penerima manfaat dari jenjang PAUD hingga SMA, mencakup sejumlah sekolah seperti SMPN 7 Cumbi, SDK Wae Mbeleng, SDI Sama, SMP–SMA St. Claus, serta sejumlah PAUD dan KB di wilayah tersebut.
Sebelum itu, Wagub juga meninjau SPPG Lawir di Kelurahan Lawir, yang dikelola oleh Yayasan Prima Karya Mandiri.
Menurut staf SPPG Lawir, Riki Suhardi, sentra tersebut melayani 2.673 penerima manfaat, dengan jumlah terbesar berasal dari SMA Negeri 1 Ruteng yang mencapai 1.581 siswa.
Baik SPPG Compang Dalo maupun SPPG Lawir mempekerjakan 50 tenaga, terdiri dari tiga staf Badan Gizi Nasional dan 47 relawan yang bertugas mengelola suplai bahan pangan, memasak, dan mendistribusikan makanan bergizi kepada anak-anak.
Program Makan Bergizi Gratis bertujuan meningkatkan kualitas kesehatan dan gizi anak, mencegah stunting, serta memperkuat ekonomi lokal melalui pemberdayaan petani, nelayan, dan UMKM sebagai pemasok bahan pangan bagi dapur-dapur MBG.
Usai meninjau SPPG, Wagub Johni mengunjungi Kampung Redong untuk menyalurkan sembako bersubsidi. Dalam kesempatan itu, ia mendorong warga memanfaatkan lahan-lahan tidur sebagai sumber produksi pangan yang dapat diserap langsung oleh dapur MBG.
“Inilah kesempatan kita. Jangan biarkan tanah kosong. Tanam sayur, pelihara ayam dan hasilnya bisa langsung dijual ke dapur-dapur MBG,” tegas Wagub Johni.
Ia berharap kolaborasi pemerintah, masyarakat, dan pelaku ekonomi lokal dapat memastikan keberlanjutan program MBG sekaligus meningkatkan kesejahteraan keluarga di Manggarai. ***

