Soe,nwartapedia.com — Persoalan kemiskinan ekstrem dan tingginya angka stunting di Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) mendorong Universitas Citra Bangsa (UCB) dan Universitas Nusa Cendana (Undana) menghadirkan inovasi energi terbarukan berbasis hybrid surya–angin.
Inovasi ini dikembangkan melalui Program Hibah Kosabangsa yang didukung Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi (Ditjen Diktiristek) melalui Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM).
Teknologi tersebut resmi diserahterimakan kepada masyarakat Desa Kesetnana, Soe, dalam kegiatan yang berlangsung pada Jumat (05/12/2025).
Ketua Tim Kosabangsa UCB, Dr. Abdul Majid, M.Kes, menjelaskan bahwa inovasi ini lahir dari hasil temuan lapangan mengenai keterbatasan akses air bersih yang menjadi penyebab utama kemiskinan dan stunting di wilayah pedalaman Pulau Timor.
“Kami melihat bahwa akar masalah kemiskinan dan stunting adalah kurangnya air. Karena itu, kami berkolaborasi dengan profesor dari Undana yang memiliki paten teknologi terkait. Dari sinilah tercipta sistem energi surya dan angin (hybrid) untuk memproduksi listrik dan memompa air dari mata air guna kebutuhan pertanian dan kebutuhan dasar masyarakat,” jelas Wakil Rektor Bidang Akademik UCB tersebut.
Ia menambahkan bahwa Desa Kesetnana dipilih karena termasuk desa dengan prevalensi stunting tinggi di TTS.
Ketua Pendamping Program, Prof. Dr. Ir. H. Sudirman Syam, ST., MT., IPM, Guru Besar Teknik Elektro dan Informatika Undana, menegaskan bahwa program ini merupakan intervensi strategis yang menyasar ketahanan pangan dan perbaikan gizi keluarga.
“Tujuan utama kegiatan ini adalah mengatasi akar masalah kemiskinan dan stunting yang terkait kerawanan pangan dan minimnya akses air bersih,” jelasnya.
Ia memaparkan bahwa metodologi program menggunakan pendekatan partisipatif berbasis komunitas, mulai dari survei baseline, desain dan instalasi sistem, pelatihan masyarakat, hingga monitoring dan evaluasi berkelanjutan.
“Ini adalah inovasi perdana yang kami hasilkan dari paten Motor Magnet NdFeB. Potensi angin dan cahaya matahari di TTS sangat besar sehingga teknologi ini tepat diterapkan,” tambah Profesor Sudirman.
Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda TTS, Drs. Deny Nubatonis, S.Ip, M.Si, menyampaikan apresiasi mendalam kepada tim Kosabangsa.
“Kami sangat berterima kasih. Inovasi ini sangat bermanfaat dan akan kami informasikan ke 266 desa lainnya agar bisa berkolaborasi dengan tim. Saya percaya dana desa dapat digunakan untuk hal luar biasa seperti ini,” ujarnya.
Kepala Desa Kesetnana, Petrus P. S. Liu, S.Ip, menilai program ini membawa dampak nyata bagi warga.
“Air sudah mengalir, masyarakat sudah bisa menanam, dan hasilnya mulai terlihat. Kelompok tani dan ibu-ibu PKK sangat merasakan manfaatnya. Wawasan masyarakat juga bertambah lewat pelatihan mengolah produk pertanian,” katanya.
Ia berharap teknologi ini menjadi titik balik pembangunan Desa Kesetnana di masa mendatang.
Tim Pengusul (UCB) Dr. Abdul Majid, M.Kes (Ketua), Andi Agung Wahyu Utama, ST., MT, Arman Rifat Lette, SKM., MPH dan Vinsensius Belawa Lemaking, SKM., M.Kes
Tim Pendamping (Undana) Prof. Dr. Ir. H. Sudirman Syam, ST., MT., IPM (Ketua), Dr. Sri Kurniati A., ST., MT, Dr. Yuliana Tandi Rubak, STP., MP
Mahasiswa UCB yang terlibat Kevin Arjuna Ndiy, Cindy P. Maharani, Lidwina Olbata, Putri Ade Bungsu Maleachy, dan Jelita Yati Yani Foes. ***
