
Surabaya,nwartapedia.com — Suasana semarak mewarnai Karnaval Budaya Munas VII APEKSI (Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia) yang digelar di Kota Surabaya.
Dalam parade budaya yang mempertemukan berbagai kekayaan adat dari seluruh Nusantara ini,
Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo tampil mencuri perhatian bersama sang istri, dr. Widya Cahya, dengan mengenakan busana adat khas Sabu.
Tanggapan positif pun datang dari berbagai kalangan, termasuk Ferdian Murianto Lay Wie, tokoh muda asal Sabu.
Ia menyampaikan rasa bangga dan apresiasinya terhadap pilihan busana Wali Kota Kupang tersebut.
“Sebagai orang Sabu, beta (saya. Red) sangat bangga. Pak Wali Kota, dalam kegiatan tingkat nasional seperti ini, mengenakan pakaian adat Sabu,”ujar Ferdian Murianto.
“Ini bukan hanya bentuk penghormatan terhadap budaya kami, tetapi juga menjadi sarana promosi bagi tenun dan budaya Sabu di kancah nasional,” tambahnya.
Busana adat yang dikenakan dr. Christian dan istri memadukan unsur tenun ikat khas Sabu dengan sentuhan modern yang tetap menjaga keaslian motif dan filosofi budaya.
Kehadiran mereka menjadi representasi kuat keberagaman budaya Nusa Tenggara Timur di tengah gemerlapnya acara nasional tersebut.
Ferdian berharap, langkah Wali Kota Kupang ini dapat menginspirasi lebih banyak pemimpin daerah untuk mengangkat dan mempromosikan budaya lokal dalam forum-forum nasional dan internasional. (MI)
