
Kupang,nwartapedia.com – Perhimpunan Indonesia Tionghoa (INTI) Nusa Tenggara Timur (NTT) kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung pendidikan generasi muda NTT dengan mengadakan pembekalan khusus bagi 11 calon mahasiswa yang akan melanjutkan studi ke Tiongkok melalui program beasiswa penuh pada kampus tujuan Nantong College of Shience and Thechnologi di negeri China.
Ketua INTI NTT, Ir. Theodorus Widodo, menyampaikan bahwa ini merupakan angkatan kedua dari program beasiswa yang dijalankan INTI bekerja sama dengan agency pendidikan Yovandra. Tahun lalu, tiga siswa telah diberangkatkan ke China, yakni Putri (kakak dari Nono), Keisha, dan Bernard.
“Tahun ini kita mengirim 11 anak terbaik dari berbagai SMA di NTT, seperti dari SMA Dian Harapan, SMAK Sta Angela Atambua, SMA Giovanni, SMA Citra Bangsa, SMAN 6 Kupang dan SMAN 1 So’e,” ujar Theodorus yang akrab disapa Theo Widodo dalam acara pembekalan yang berlangsung di Resto Kedai Hopeng pada Senin (5/4/2015).
Program ini menawarkan tiga jurusan unggulan, yakni E-Commerce, Teknik Lingkungan (Environmental Technology), dan Software Technology.
Menurut Theo Widodo, bidang-bidang ini sangat relevan dan berkembang pesat di China, yang dikenal sebagai salah satu negara dengan kemajuan teknologi tercepat di dunia.
Mahasiswa akan menempuh pendidikan selama tiga tahun. Tahun pertama diisi dengan pembelajaran bahasa Mandarin secara intensif, sementara dua tahun berikutnya difokuskan pada studi jurusan pilihan.
Selama proses seleksi, para calon mahasiswa harus melalui dua tahap wawancara, pertama dengan agensi, dan kedua langsung dengan universitas di China secara daring.
“Anak-anak tidak diharuskan bisa bahasa Mandarin dari awal, yang penting mereka memiliki kemampuan bahasa Inggris yang baik karena itu yang digunakan di awal masa perkuliahan,” jelasnya.
Selain beasiswa penuh, para mahasiswa juga akan mendapat fasilitas asuransi kesehatan, akomodasi, uang saku dan bimbingan keberangkatan yang terorganisir.
Menariknya, menurut Theo Widodo, beberapa mahasiswa angkatan pertama sudah menunjukkan prestasi luar biasa di kampus mereka. Putri, misalnya, berhasil meraih nilai ujian bahasa Mandarin tertinggi di antara mahasiswa internasional lainnya.
“Ini adalah bagian dari misi besar INTI sebagai organisasi kemasyarakatan yang berbasis kebangsaan, untuk membangun karakter dan semangat nasionalisme anak-anak muda kita lewat pendidikan,” tutupnya.
Program ini bukanlah ikatan dinas, sehingga setelah lulus, para alumni tidak terikat kepada siapapun sehingga diharapkan bisa kembali dan berkontribusi membangun Indonesia, khususnya Nusa Tenggara Timur.
Pengurus INTI NTT yang hadir dalam kesempatan tersebut selain Theo Widodo ada juga Christofel Liyanto, Ony Hermanus Theressia Avilla, Fatima Suryani, dan Roby Susanto. (MI)
