
Kupang,nwartapedia.com – Berdasarkan hasil Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) Februari 2025, jumlah angkatan kerja di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) tercatat mencapai 3,08 juta orang. Angka ini mengalami kenaikan sebesar 0,02 juta orang dibandingkan dengan Februari 2024.
Data ini disampaikan oleh Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi NTT, Matamira B. Kale, dalam siaran resmi BPS pada Senin, 5 April 2025.
Meski jumlah angkatan kerja meningkat, Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) justru mengalami penurunan sebesar 0,96 persen poin dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Hal ini menunjukkan adanya penurunan proporsi penduduk usia kerja yang aktif secara ekonomi.
Penduduk yang bekerja pada Februari 2025 tercatat sebanyak 2,98 juta orang, meningkat 12,58 ribu orang dibandingkan Februari 2024.
Peningkatan terbesar tercatat pada sektor Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan, yakni sebesar 89,01 ribu orang.
Namun demikian, proporsi pekerja formal di NTT menurun. Pada Februari 2025, sebanyak 0,76 juta orang atau 25,58 persen bekerja di sektor formal, mengalami penurunan sebesar 0,25 persen poin dibandingkan tahun sebelumnya.
Sementara itu, data juga menunjukkan kenaikan pada kategori setengah pengangguran sebesar 0,91 persen poin, yang mengindikasikan banyak pekerja yang belum bekerja secara optimal. Sebaliknya, jumlah pekerja paruh waktu menurun sebesar 0,89 persen poin.
Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) juga mengalami sedikit peningkatan. Pada Februari 2025, TPT tercatat sebesar 3,23 persen, naik 0,06 persen poin dari Februari 2024.
BPS menyebutkan bahwa dinamika ini menunjukkan perlunya perhatian terhadap kualitas pekerjaan dan peningkatan produktivitas tenaga kerja di NTT, terutama di sektor informal yang masih mendominasi. (MI)
