Kupang, nwartapedia.com – Mendukung program Pemerintah Kota Kupang di bawah kepemimpinan Wali Kota dr. Christian Widodo dan Wakil Wali Kota Serena C. Francis dalam meningkatkan kebersihan lingkungan, Lurah Manulai II, Wihelmus Tuan, SP, mendorong pembentukan bank sampah sebagai solusi pengelolaan sampah yang berkelanjutan sekaligus membuka peluang peningkatan ekonomi masyarakat.
Upaya tersebut menjadi salah satu langkah yang ingin dikembangkan Pemerintah Kelurahan Manulai II untuk meningkatkan kesadaran warga dalam memilah sampah sejak dari rumah, mengurangi penumpukan sampah, serta memanfaatkan sampah yang masih memiliki nilai ekonomis.
Menurut Wihelmus, jumlah kontainer tersebut belum mampu menjangkau seluruh wilayah Manulai II yang cukup luas. Kondisi itu menyebabkan masih adanya penumpukan sampah di sejumlah titik, termasuk di bahu jalan.
Ia mengatakan, keterbatasan armada menjadi salah satu kendala dalam pelayanan pengangkutan sampah, khususnya bagi masyarakat yang tinggal di kawasan pinggiran dan jauh dari lokasi kontainer.
Karena itu, ia berharap Pemerintah Kota Kupang melalui dinas terkait dapat memberikan dukungan tambahan berupa kendaraan operasional dan tenaga pengangkut agar pelayanan kebersihan dapat menjangkau lebih banyak wilayah.
Wihelmus menilai, keberadaan kendaraan roda tiga di tingkat kelurahan akan sangat membantu pengangkutan sampah dari rumah warga menuju tempat penampungan. Dengan dukungan tersebut, pelayanan kebersihan diharapkan menjadi lebih efektif dan teratur.
Di tengah keterbatasan tersebut, Wihelmus berupaya mendorong pembentukan bank sampah dengan melibatkan masyarakat dan lembaga pendidikan.
Menurutnya, bank sampah dapat menjadi sarana untuk membangun kebiasaan memilah sampah sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi warga.
Ia mengaku telah melakukan pendekatan dengan sejumlah warga untuk menjajaki kerja sama dalam pengelolaan bank sampah. Selain itu, pihaknya juga telah menjalin komunikasi dengan SD Pelangi yang disebut telah menyatakan kesediaan untuk bekerja sama dalam mendukung program tersebut.
Melalui bank sampah, sampah yang masih memiliki nilai jual dapat dikumpulkan, dipilah, kemudian ditimbang untuk dimanfaatkan secara ekonomis. Sementara itu, sampah organik seperti dedaunan dapat diolah menjadi kompos.
Namun, rencana tersebut masih membutuhkan dukungan sarana pengangkutan agar pengumpulan sampah dari rumah warga dapat dilakukan dengan lebih mudah.
“Kalau ada kendaraan operasional, misalnya roda tiga, kami bisa mengumpulkan sampah dari rumah ke rumah, kemudian dikumpulkan dan ditimbang. Sampah yang memiliki nilai jual bisa memberikan tambahan penghasilan bagi masyarakat,” jelas Wihelmus.
Ia berharap rencana pembentukan bank sampah dapat segera ditindaklanjuti melalui kerja sama antara pemerintah kelurahan, masyarakat, sekolah, dan dinas terkait
Selain mendorong pembentukan bank sampah, Wihelmus mengimbau masyarakat agar turut menjaga kebersihan lingkungan dengan membuang sampah pada tempat yang telah disediakan dan melakukan pemilahan sejak dari rumah.
Ia juga mengingatkan warga untuk menghindari kebiasaan membakar sampah secara sembarangan.
Sampah organik, seperti dedaunan, dapat dimanfaatkan menjadi kompos sehingga lebih berguna dan membantu mengurangi volume sampah.
Menurutnya, keberhasilan program kebersihan membutuhkan kerja sama semua pihak. Dukungan pemerintah melalui penyediaan fasilitas dan armada harus diimbangi dengan kesadaran masyarakat untuk mengelola sampah secara bertanggung jawab.
Wihelmus berharap, melalui pembentukan bank sampah dan peningkatan pelayanan pengangkutan, Kelurahan Manulai II dapat mewujudkan lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan tertata, sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat.
Ia menegaskan bahwa partisipasi warga menjadi bagian penting dalam mendukung upaya Pemerintah Kota Kupang membangun lingkungan yang bersih dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat secara berkelanjutan. (MI)


