Kupang, nwartapedia.com – Komitmen Pemerintah Kota Kupang dalam menjaga kebersihan lingkungan terus diwujudkan melalui pelayanan pengangkutan sampah secara rutin di berbagai wilayah.
Salah satu kawasan yang mendapat pelayanan tersebut adalah Kelurahan Naikolan, Kecamatan Maulafa, yang setiap pekan menjadi jalur operasional armada pengangkut sampah milik Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Kupang.
Petugas kebersihan DLHK Kota Kupang, Maria Billy, saat ditemui media ini di lokasi pengangkutan sampah di Jalan Kenangan, Kelurahan Naikolan, Kamis (25/6/2026), menjelaskan bahwa kegiatan tersebut dilakukan secara rutin setiap hari Kamis dengan melibatkan sembilan personel dan satu unit mobil pengangkut sampah.
Menurut Maria, tim kebersihan menyusuri jalur-jalur permukiman warga untuk mengangkut sampah yang telah disiapkan masyarakat di depan rumah masing-masing.
Pola pelayanan ini dinilai efektif karena memudahkan warga sekaligus mempercepat proses pengumpulan sampah.
“Warga sudah mengetahui jadwal pengangkutan sehingga ketika mobil sampah melintas, sampah mereka sudah tersedia dan siap diangkut oleh petugas,” ujarnya.
Ia menambahkan, sebagian besar warga Naikolan saat ini sudah mulai sadar akan pentingnya pengelolaan sampah.
Hal itu terlihat dari kondisi sampah yang diangkut, di mana banyak yang sudah dipilah dan ditempatkan dalam karung maupun kantong plastik.
“Kami sangat terbantu karena banyak sampah yang sudah dalam kondisi kering dan dipisahkan. Selain lebih mudah diangkut, kondisi ini juga mengurangi bau yang biasanya muncul dari sampah yang tercampur,” katanya.
Maria berharap masyarakat terus mempertahankan kebiasaan tersebut agar lingkungan tetap bersih dan proses pengangkutan sampah dapat berjalan lebih efektif.
Sementara itu, salah seorang warga Kelurahan Naikolan mengaku sangat merasakan manfaat dari program jemput sampah yang dilakukan DLHK Kota Kupang.
Menurutnya, pelayanan tersebut telah mengubah kebiasaan masyarakat dalam mengelola sampah rumah tangga.
“Dulu masih ada warga yang membuang sampah sembarangan karena tidak tahu harus dibuang ke mana. Sekarang kami cukup menyiapkan sampah di depan rumah sesuai jadwal dan petugas yang datang mengangkutnya,” ungkapnya.
Ia mengapresiasi perhatian Pemerintah Kota Kupang yang dinilai serius dalam menangani persoalan sampah di lingkungan permukiman warga.
“Ini bentuk kepedulian yang luar biasa dari pemerintah. Kami tidak perlu lagi repot membawa sampah ke tempat lain karena petugas datang langsung ke depan rumah,” tambahnya.
Warga juga mengaku telah memahami jadwal pengangkutan sampah yang dilakukan setiap hari Kamis sekitar pukul 10.00 WITA. Karena itu, mereka selalu menyiapkan sampah sebelum armada DLHK melintas di wilayah tersebut.
Di tempat terpisah, Sekretaris DLHK Kota Kupang, Achmad Likur, S.Sos., MM, menjelaskan bahwa peningkatan pelayanan kebersihan merupakan salah satu program prioritas Pemerintah Kota Kupang di bawah kepemimpinan Wali Kota dr. Christian Widodo dan Wakil Wali Kota.
Menurutnya, berbagai upaya penanganan sampah telah menunjukkan hasil yang cukup signifikan.
Sejumlah titik yang sebelumnya menjadi lokasi penumpukan sampah kini telah dibersihkan secara rutin sesuai jadwal yang telah ditetapkan.
“Program kebersihan menjadi salah satu fokus utama pemerintah saat ini. Kalau kita melihat kondisi kota sekarang, perubahan sudah mulai terlihat. Banyak lokasi yang sebelumnya dipenuhi sampah kini jauh lebih bersih,” jelasnya.
Meski demikian, Achmad mengingatkan masyarakat agar tetap mematuhi jadwal pembuangan sampah yang telah ditentukan.
Ia menilai masih ada sebagian warga yang membuang sampah di luar waktu yang diperbolehkan sehingga menyebabkan sampah kembali menumpuk di sejumlah titik.
Selain meningkatkan pelayanan pengangkutan sampah, DLHK Kota Kupang juga terus mendorong masyarakat untuk melakukan pemilahan sampah dari rumah tangga.
Langkah tersebut dinilai penting untuk mengurangi beban Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sekaligus meningkatkan nilai ekonomi dari sampah yang masih dapat dimanfaatkan.
“Banyak jenis sampah yang sebenarnya memiliki nilai ekonomis jika dipilah dengan baik. Sampah seperti botol plastik, kardus, dan bahan daur ulang lainnya dapat ditabung melalui bank sampah dan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat,” jelasnya.
Achmad mengungkapkan bahwa saat ini program bank sampah telah berkembang di berbagai wilayah Kota Kupang dan mendapat dukungan dari sekolah, gereja, komunitas, serta pemerintah kelurahan.
Ia menegaskan bahwa edukasi mengenai pemilahan sampah terus dilakukan melalui sosialisasi di tingkat kelurahan dan masyarakat. Tujuannya agar kesadaran warga terhadap pengelolaan sampah semakin meningkat.
“Kami berharap masyarakat tidak lagi memandang sampah sebagai barang yang harus dibuang begitu saja. Jika dikelola dengan baik, sampah bisa menjadi sumber nilai ekonomi sekaligus membantu menjaga kebersihan lingkungan,” pungkasnya.
Melalui kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat, DLHK Kota Kupang optimistis upaya menciptakan kota yang bersih, sehat, dan nyaman akan terus mengalami kemajuan serta memberikan manfaat nyata bagi seluruh warga Kota Kupang. (MI)
